Perhatikan Kesesuaian IMB dan Fakta di Lapangan

Perhatikan Kesesuaian IMB dan Fakta di Lapangan
Ilustrasi perubahan bentuk bangunan. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Izin mendirikan bangunan (IMB) adalah identitas penting, sehingga tidak bisa dianggap remeh. Petugas Pelayanan IMB di Kecamatan Semampir dan Simokerto Agus Firmansyah menyatakan, IMB diperlukan untuk berbagai hal. Misalnya, ketika ingin mengubah denah ruangan, menambah ruangan, atau menambah jumlah lantai. "Ini semua butuh IMB, termasuk mengubah fasad atau tampak depan bangunan. Pun ketika pintu rumah dipindah dari sebelah kiri ke sebelah kanan," ujarnya.

Ragam perubahan tersebut tentu akan mengubah gambar pada IMB. Karena itu, pemilik bangunan dianjurkan merevisi gambar. Caranya dengan melaporkannya ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Surabaya. "Kalau untuk IMB baru, biasanya yang menambah ruangan. Misalnya tambah lantai atas, itu ngurus IMB baru. Kalau hanya mengubah tampilan, kamar belakang pindah ke depan, itu revisi gambar," jelasnya. 

Agus menyebut, warga yang berencana mengubah atau merancang ulang bangunannya bisa datang ke ruang meeting point di DCKTR Surabaya di Jalan Jimerto. Terutama untuk konsultasi. "Diizinkan atau tidak untuk mengubah," imbuhnya.

Konsultasi penting dilakukan. Sebab, gambar yang diterbitkan pada IMB harus sesuai dengan kondisi yang ada. Jika ada perubahan pada kondisi yang ada, konsultasi perlu dilakukan. Harapannya, ketika ada pengawasan atau pemeriksaan dari instansi terkait, gambar pada IMB dan kondisi existing tetap sama. "Kalau tidak sama, bisa dipertanyakan," jelasnya.

Dia mengakui, kejadian di masyarakat, memang ada yang tidak sama antara gambar IMB dan kondisi existing. Masyarakat cenderung mengubah atau membangun rumah lebih dulu. "Ketika ada pengawasan, tidak langsung ditindak. Dikasih surat panggilan dulu untuk datang ke kantor. Nanti ada alur jalan untuk revisi gambarnya," terangnya. 

Selain berpengaruh pada pengawasan, kesesuaian gambar pada IMB dengan kondisi existingbangunan penting dalam proses jual beli. Melalui IMB, konsumen atau si pembeli tentu akan melakukan kroscek gambar. "Ini menekan kerugian kedua pihak. Kalau misal pembeli dan penjual menghiraukan, maka saat ada pengawasan akan kerepotan," imbuhnya. 

Menurut Agus, kesesuaian gambar IMB dan kondisi existing cukup penting. IMB merupakan bukti legalitas bangunan. (puj/c17/eko) 

Dia mengakui, kejadian di masyarakat, memang ada yang tidak sama antara gambar IMB dan kondisi existing


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News