JPNN.com

Peringatan 75 Tahun PD II, PM Jepang Bersumpah Menjauhi Perang

Sabtu, 15 Agustus 2020 – 18:13 WIB
Peringatan 75 Tahun PD II, PM Jepang Bersumpah Menjauhi Perang - JPNN.com
Sejumlah pria dengan memakai seragam militer kekaisaran Jepang mengunjungi Kuil Yasukuni saat peringatan 75 tahun Jepang menyerah pada Perang Dunia II, di Tokyo, Jepang, Sabtu (15/8/2020). Foto: REUT,ERS/Issei Kato/HP/djo

jpnn.com, TOKYO - Perdana Menteri Shinzo Abe mengirimkan persembahan ke Kuil Yasukuni di Tokyo dalam rangka peringatan 75 tahun momen Jepang menyerah kepada Sekutu di Perang Dunia II,

Pada kesempatan itu dia pun bersumpah tidak akan pernah mengulangi peperangan.

"Tidak akan pernah mengulangi tragedi perang. Kami akan tetap berkomitmen pada sumpah tegas ini," kata Abe, yang mengenakan masker dalam upacara resmi mengenang para korban tewas dalam Perang Dunia II, di tengah pandemi COVID-19.

Sedikitnya empat menteri kabinet Jepang melakukan ritual penghormatan secara langsung di Kuil Yasukuni, tempat untuk mengenang 14 pemimpin perang Jepang, yang didakwa sebagai penjahat perang oleh pengadilan Sekutu, dan para korban tewas.

Kuil tersebut dianggap oleh Tiongkok dan Korea Selatan sebagai simbol agresi militer Jepang pada masa lampau. Abe sendiri tidak melakukan kunjungan secara langsung ke kuil itu sejak Desember 2013 karena adanya sentimen tersebut.

Shuichi Takatori, anggota Partai Liberal Demokratik --partai tempat Abe berasal, mengatakan kepada wartawan bahwa ia menyampaikan persembahan untuk mewakili Abe sebagai pemimpin partai, mengirim pesan bahwa Abe menghaturkan penghormatannya.

Korea Selatan memperingati tanggal yang sama, 15 Agustus, sebagai Hari Pembebasan Nasional, yakni ketika penjajahan oleh Jepang sejak 1910 berakhir pada 1945 usai pembebasan Semenanjung Korea oleh pihak Sekutu.

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dalam pidatonya menyebut bahwa pemerintahannya selalu siap untuk mendiskusikan perselisihan sejarah masa lalu bersama Pemerintah Jepang.

Sumber Antara

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
adil