Permintaan Terakhir Rhys

Permintaan Terakhir Rhys
A portrait of teenage Wudinna high school student Rhys Habermann, who died in 2017 after a battle with cancer, next to the framed words "freedom and change". (ABC News: Carl Saville)

Butuh waktu 18 bulan bagi keluarga Habermann untuk secara resmi dibebaskan segala tuntutan hukum atas kematian Rhys.

Ibu, ayah dan saudara Rhys sekarang memasang tato "Freedom and Change", yang berarti kebebasan dan perubahan, sebagai penghormatan kepadanya.

Kata-kata itu juga terpatri pada batu nisan Rhys.

"Dia hanya ingin terbebas dari rasa sakit terus-menerus yang berlangsung begitu lama. Dia pikir akan memiliki kebebasan dan kami akan mengalami perubahan," ujar Liz.

"Dia sering memikirkan bagaimana hidup kami akan berubah setelah kematiannya. Tidak akan pernah ada cucu darinya, dia tak punya pasangan."

 

Liz masih terus berjuang untuk perubahan lainnya, yang semestinya akan memberikan kebebasan lebih besar bagi putranya dalam mengendalikan nasibnya.

"Ketika dia sudah sakit parah, seharusnya dia bisa menjalani prosesnya," kata Liz.

Tatkala Rhys Habermann, seorang remaja yang sakit parah, menyampaikan pesan terakhirnya pada suatu malam di bulan Januari yang panas empat tahun lalu, ia bermaksud melindungi orangtuanya dari tuntutan hukum

Sumber ABC Indonesia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News