Persitara Wacanakan Kongres Luar Biasa Asprov DKI

Persitara Wacanakan Kongres Luar Biasa Asprov DKI
Ilustrasi sepak bola. Foto: AFP

Sementara itu, pertandingan ABC  Wirayudha kontra Betawi FC dihelat Rabu (30/8).

“Kami kalah 0-1 dari Villa 2000. Dari segi permainan dan komposisi pemain kami lebih unggul dari Villa 2000. Kami mencurigai, muncul skenario agar Persitara gagal lolos babak delapan besar,” imbuh Farid.

Dia juga mempertanyakan durasi kompetisi yang sangat mepet.

“Kompetisi cuma satu bulan. Ini kompetisi cap apa? Kalau memang sudah diatur siapa pemenangnya, buat apa kompetisi,” ucap Farid.

Kejanggalan di Liga 3 zona DKI bukan cuma aspek teknis, tetapi juga nonteknis. Farid menilai kepemimpinan wasit cenderung berat sebelah sehingga memicu keributan di luar lapangan antara dua kubu suporter.

Farid juga menyoroti standarisasi lapangan dari Asprov DKI. Lapangan selalu berubah-ubah.

Kualitas penyelenggaraan seperti pertandingan antarkampung. Pertandingan pertama Persitara digelar di Stadion Tugu, selebihnya di Yon Zikon 14.

Bahkan, Persitara sempat mengalami kerugian karena Asprov mengabaikan pertandingan.

Manajer Persitara Jakarta Utara Farid merasa prihatin dengan kompetisi Liga 3 zona DKI Jakarta.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News