Perut Rakyat Indonesia Tak Boleh Terjajah Makanan Impor

Perut Rakyat Indonesia Tak Boleh Terjajah Makanan Impor
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memamerkan kekayaan kuliner Indonesia di Bandung, Jawa Barat, Jumat (22/2). Foto: Boy/JPNN

"Mereka yang bisa memahami kuliner nusantara tidak akan berpikir hoaks, tidak akan berpikir fitnah," kata Hasto didampingi Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari.

Hasto mengangkat sebuah contoh masakan yang menganalogikan persatuan dan kesatuan. Dia menyebut makanan itu adalah bakwan.

Di dalamnya, terdiri dari berbagai macam bahan makanan yang berbeda. Semuanya menyatu menjadi bakwan yang memiliki rasa tersendiri.

Ibaratnya bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku bangsa, agama, dan latar belakang. "Semuanya bersatu menjadi satu cita rasa dengan varian bumbu-bumbu yang luar biasa," kata Hasto.

Hasto mengatakan Safari Kebangsaan ini juga sekaligus ingin membangun kecintaan terhadap kuliner nusantara. Terlebih bagi anak-anak muda generasi milenial.

"Mari gelorakan bahwa Indonesia yang begitu kaya dengan wisata kulinernya, adalah bagian dari kepribadian kita sebagai bangsa," ujarnya. (boy/jpnn)


Dalam buku Bung Karno menjelaskan dari mulut dan perut rakyat Indonesia tidak boleh terjajah oleh makanan impor.


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News