Pesta Ultah Sweet 16 Berujung Banjir Darah, Joe Biden Sangat Marah

Pesta Ultah Sweet 16 Berujung Banjir Darah, Joe Biden Sangat Marah
Sedikitnya empat orang tewas dan 28 lainnya luka-luka dalam penembakan yang meletus saat perayaan ulang tahun ke-16 di sebuah studio tari di kota kecil Dadeville, Alabama, Amerika Serikat Sabtu (15/4) malam. Foto: Megan Varner / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP

Tragedi di Alabama itu adalah penembakan massal dengan jumlah korban signifikan yang ketiga di bagian selatan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, banjir darah juga terjadi di Negara Bagian Tennessee dan Kentucky.

"Apa jadinya bangsa kita ketika anak-anak tidak bisa menghadiri pesta ulang tahun tanpa rasa takut?" kata Presiden Joe Biden merespons penembakan di Alabama.

Biden menyebut meningkatnya kekerasan senjata di AS sudah keterlaluan dan tidak bisa ditoleransi lagi.

Dia mendesak Kongres AS untuk mengesahkan undang-undang yang akan memaksa produsen senjata api memikul tanggung jawab lebih besar atas kekerasan senjata, melarang senjata serbu dan magasin amunisi berkapasitas tinggi, dan mewajibkan penyimpanan senjata api yang aman dan pemeriksaan latar belakang untuk penjualan senjata.

Pengawas Sekolah Kabupaten Tallapoosa Raymond Porter mengatakan konseling akan diberikan di sekolah-sekolah daerah pada hari Senin, dan meminta pendeta setempat untuk membantu keluarga melalui situasi tersebut.

"Kami akan melakukan segala upaya untuk menghibur anak-anak itu dan tidak melupakan fakta bahwa merekalah yang paling terkena dampak situasi ini," kata Porter.

Pembunuhan di Dadeville terjadi lima hari setelah seorang pegawai bank menembak mati lima rekannya dan melukai sembilan orang lainnya di tempat kerjanya di Louisville, Kentucky. Pada tanggal 27 Maret, tiga anak berusia 9 tahun dan tiga anggota staf dibunuh di sebuah sekolah Kristen swasta di Nashville, Tennessee, oleh seorang mantan siswa.

Tragedi di Alabama itu adalah penembakan massal dengan jumlah korban signifikan yang ketiga di bagian selatan Amerika Serikat dalam beberapa pekan terakhir

Sumber Reuters

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News