Sabtu, 24 Agustus 2019 – 07:09 WIB

Petugas Minim, Jemaah Diminta Waspada

Rabu, 13 Oktober 2010 – 22:35 WIB
Petugas Minim, Jemaah Diminta Waspada - JPNN.COM

JEDDAH - Pemerintah Indonesia mengerahkan 33 orang aparat gabungan ke tanah suci. Kendati begitu, panitia haji Indonesia meminta jemaah tetap berhati-hati menjaga barang pribadi karena rawan pencurian dan penipuan yang acapkali dilakukan oleh mukimin, yaitu penduduk tanah suci atau pendatang yang berpura-pura menjadi jemaah haji. 

Wakil Ketua II Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Pengamanan, Chambali, mengatakan, Indonesia mengirim 33 petugas keamanan untuk membantu pengamanan oleh pemerintah Arab di tanah suci. Sebanyak 33 orang itu berasal dari unsur TNI AD sebanyak 11 orang, TNI AL 6 orang, TNI AU 6 orang, Polri 10 orang, dan Pramuka 15 orang.

"Personel itu disebar di Jeddah sebanyak 4 orang, Madinah 2 orang setiap daker (daerah kerja), dan 8 orang di pos sektor. Selain itu, 2 petugas disebar di daker Mekkah dan 7 orang di sektornya. Namun, ada pula tujuh sektor yang bekerja secara mobile bergerak mengikuti jemaah mengelilingi masjidil haram," kata Chambali kepada MCH, Kemenag, Rabu (13/10).
 
Kendati sudah ada petugas dari Indonesia yang membantu pengamanan di tanah suci, selain petugas dari Arab Saudi, panitia meminta jemaah lebih waspada dan saling mengenali jemaah asal daerahnya. Alasannya, ada sekitar 3 juta jemaah serentak menunaikan rukun Islam kelima di tanah suci pada musim haji 1431 hijriyah/2010 M ini. Sekitar 221 ribu orang merupakan jemaah asal Indonesia.

"Memang pengamanan di tanah suci sudah menjadi tanggung jawab Khadimul Kharamain (pemerintah kerajaan Arab Saudi untuk Mekkah dan Madinah), namun tetap saja kita harus berjaga-jaga. Jemaah harus menyelamatkan jiwa masing-masing, dokumen, harta, serta melakukan ritual ibadah berdesak-desakan dengan jutaan orang," paparnya.(gus/jpnn)

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar