PGRI Tuding Indra Charismiadji Melukai Perasaan 3 Juta Guru

Bila Indra menyimpulkan bahwa “keriuhan” guru saat berbicara kesejahteraan identik dengan ingin gaji besar, sungguh Indra salah fatal.
Sekali lagi, keriuhan guru saat berbicara kesejahteraan adalah suara protes karena ada ratusan ribu “Oemar Bakri” yang gajinya sangat rendah.
"Indra salah tafsir, salah menerjemahkan kode keras dari para guru. Indra tak paham tentang kebatinan para guru," ucapnya.
Dudung melanjutkan, bila Indra berpikir para guru antikritik dan kualitas rendah karena terlihat diam saat membahas peningkatan kualitas.
Diamnya guru saat membahas kualitas kembali salah ditafsirkan Indra. Guru diam saat membahas peningkatan kualitas pada Jusuf Kalla pun adalah kode keras.
Ini modus para guru yang hendak menyampaikan pesan, “Kami para guru sudah berupaya meningkatkan kualitas. Namun pemerintah puluhan tahun belum berupaya menuntaskan nasib guru honorer dan perlindungan profesi guru”.
Guru terdiam saat membahas peningkatan kualitas karena faktanya ratusan ribu guru sudah melakukannya.
Artinya bagai mengajak berenang pada ikan, ratusan ribu guru sudah meningkatkan kualiatas dengan bersekolah lagi.
Ketua PB PGRI Dudung Nurullah Koswara menanggapi pernyataan Indra Charismiadji soal mayoritas guru kualitas rendah.
- 5 Berita Terpopuler: Persaingan PPPK Tahap 2 Ketat, Ketua Forum Honorer Menolak Tegas, Maksudnya Apa?
- Sekjen PKS Apresiasi Kepedulian Gubernur Kaltim pada Pendidikan
- Hardiknas 2025, Untar Gelar Untarian Awards untuk Dosen hingga Mahasiswa Berprestasi
- Ini 4 Program Hasil Terbaik Cepat Presiden, Guru Honorer Masuk Prioritas
- 5 Berita Terpopuler: Kabar Gembira, Honorer Non-Database BKN Diusulkan jadi PPPK Paruh Waktu, Daftar Nama Keluar
- Ketua Forum Honorer Bersuara Lantang, Menolak jadi PPPK Paruh Waktu