Pohon Tumbang, Jalanan Macet hingga 2 Kilometer di Batam

Pohon Tumbang, Jalanan Macet hingga 2 Kilometer di Batam
Ilustrasi. Fto: dokumen JPNN

jpnn.com, BATAM - Sebuah pohon tumbang di Seiladi, Sekupang, Batam, Kepri, menyebabkan kemacetan parah, Jumat (17/11) kemarin.

Bahkan kemacetan hingga dua kilometer dari arah Sekupang menuju Batamcenter karena pengalihan arus lalu lintas.

Kepala Bidang Pertamanan, Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan (Disperakimtan) Kota Batam, Irwan Saputra mengatakan pohon tumbang diperkirakan terjadi subuh hari saat hujan deras terjadi.

Kondisi pohon sebenarnya berada lima meter dari jalan, namun karena kondisi pohon cukup besar sehingga menghambat kendaraan yang hendak melintas.

Dia menyebutkan, sebelumnya pihak Satuan Lalulintas (Satlatas) Polresta Barelang sudah berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas yang cukup padat. Dua alat berat diturunkan termasuk mesin pemotong pohon (sinso) untuk memotong pohon agar lalu lintas kembali lancar.

"Kepolisian sudah dulu tiba di lokasi, pohon berhasil kami potong selama satu jam. Pukul 07.00 WIB jalan sudah kembali normal," ucap Irwan.

Mengingat kondisi Batam yang saat ini cukup ektrim, pihaknya meminta kepada pengendara untuk berhati-berhati saat melintasi jalan. Beberapa pohon besar dan tua sebelumnya sudah ditertibkan. Ia mencontohkan seperti pohon yang berada di sekitar jalan Gajah Mada, Sekupang yang kondisinya cukup rindang. "Itu sudah kami rapikan, kami minta pengguna jalan berhati-hati saat melintas maupun berteduh dari hujan," imbuhnya.

Pantauan Batam Pos di lapangan, akibat pohon tumbang, pengendara dari arah Batamcenter menuju Sekupang yang sudah terlanjur dekat lokasi harus kembali memutar arah menuju Rumah Makan Kak Dadut dan melewati jalur Sekupang-Batamcenter. Terlihat pihak kepolisian mengatur lalu lintas dari satu arah menjadi dua arah demi membelah kemacetan.

Sebuah pohon tumbang di Seiladi, Sekupang, Batam, Kepri, menyebabkan kemacetan parah, Jumat (17/11) kemarin.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News