Polisi Diingatkan Jangan Arogan

Polisi Diingatkan Jangan Arogan
Polisi Diingatkan Jangan Arogan
JAKARTA - Pengamat politik dari LIPI Hermawan Sulistyo mengingatkan agar polisi tidak arogan dalam merespon sikap masyarakat atas dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kasus ini merupakan pelajaran yang baik dan mahal, agar polisi tidak arogan. Selama ini, masyarakat bawah sudah merasakan ketidak adilan itu. Dan hampir semua orang merasakan buruknya kinerja polisi," kata Hermawan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (7/11).

Diskusi yang disiarkan langsung sebuah stasiun radion swasta itu, selain menampilkan Hermawan juga Mantan gubernur PTIK Farouk Muhammad , dan sosiolog Thamrin Amal Tomagola. "Dukungan masyarakat terhadap Bibit dan Chandra saat ini terus mengalir. Dan dukungan kian bertambah, setelah komisi III DPR memberikan panggung bagi Kapolri Jenderal polisi Bambang Hendarso Danuri untuk menyerang KPK," ujarnya.

Sementara Sosiolog dari Universitas Indonesia Thamrin Amal Tomagola mengingatkan semua pihak untuk membenturkan proses publik dengan proses hukum maupun proses politik. "Saat ini merupakan moment yang sangat baik untuk melihat, siapa kawan dan siapa lawan untuk demokrasi," ujarnya.

Sedangkan Mantan Gubernur PTIK Farrouk Muhammad menghendaki agar kasus ini bisa ditangani secara fair. "Komersialisasi jabatan, seperti yang terjadi pada Anggodo, sebenarnya sudah banyak dirasakan publik. Anggodo-anggodo kecil itu, sudah ada dimana-mana," kata Farrouk. (aj/jpnn)
Berita Selanjutnya:
KPK Serahkan 7 Dokumen

JAKARTA - Pengamat politik dari LIPI Hermawan Sulistyo mengingatkan agar polisi tidak arogan dalam merespon sikap masyarakat atas dukungannya terhadap


Redaktur & Reporter : Auri Jaya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News