JPNN.com

Polisi tak Tahu di Kamar 1214 Ternyata Andi Arief

Selasa, 05 Maret 2019 – 17:50 WIB Polisi tak Tahu di Kamar 1214 Ternyata Andi Arief - JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap Andi Arief di Hotel Menara Peninsula Hotel, Jakarta Barat, Minggu (3/3) malam, dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal, laporan masyarakat menjadi dasar penangkapan tersebut. Pihaknya sama sekali tidak tahu laporan itu merujuk pada Andi. ”Kami tidak tahu di dalamnya saudara AA (Andi Arief),” ungkap pria yang biasa dipanggil Iqbal itu.

Berdasar informasi awal, petugas menangkap Andi di kamar nomor 1214 pada hotel yang berada di Jalan Letjen S. Parman itu.

BACA JUGA: Pentolan Hanura DKI Pengin Andi Arief Dihukum Mati

Iqbal mengakui, memang tidak ada barang bukti sabu-sabu yang ditemukan petugas. Namun, hasil tes urine menegaskan Andi positif mengonsumsi sabu –sabu. ”Beberapa yang diduga barang bukti, yang diduga seperangkat alat untuk menggunakan narkoba sudah kami sita,” terang Iqbal.

BACA JUGA: Bang Ali Ngabalin Salat Dua Rakaat untuk Andi Arief

Sejauh ini, lanjut dia, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri belum menemukan hubungan antara Andi dengan pengedar atau bandar tertentu. (syn/)

- Kronologi Penangkapan Andi Arief

1. Sekitar pukul 18.30 WIB Minggu (3/3) aparat kepolisian mendapat informasi tentang keberadaan seorang pengguna narkoba di Menara Peninsula Hotel.

2. Tidak berselang lama, sekitar pukul 20.30 WIB, petugas mendatangi Menara Peninsula Hotel. Mereka meminta diantar menuju kamar nomor 1214.

3. Bersama petugas keamanan serta manajemen hotel, petugas membuka kamar tersebut. Saat itu didapati Andi Arief di kamar itu. Petugas juga menemukan barang bukti alat hisap sabu.

4. Setelah memeriksa dan mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian, Andi lantas di bawa ke kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk mejalani pemeriksaan lanjutan.

- Andi Arief dari Masa ke Masa

1. Lahir di Lampung, Andi Arief tumbuh sampai melanjutkan studi di Universitas Gadjah Mada (UGM), Jogjakarta. Dia sempat menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fisipol UGM pada 1993 – 1994.

2. Andi juga sempat menjadi aktivis yang getol mengkritik Orde Baru. Bahkan sempat menjadi salah seorang aktivis yang diculik menjelang reformasi.

3. Pada 2004, ketika SBY mencalonkan diri sebagai calon presiden bersama JK, Andi turut serta memenangkan pasangan tersebut. Saat itu, dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal Jaringan Nusantara.

4. 2006, SBY memberi Andi mandate sebagai salah seorang komisaris di PT Pos Indonesia.

5. 2008, Andi mencalonkan diri sebagai calon gubernur Lampung dari jalur independen. Namun, dia kalah bersaing dengan calon lainnya.

6. 2009, SBY menunjuk Andi menjadi staf khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana

7. Sejak 2015, Andi mendapat kepercayaan sebagai wakil sekretaris jenderal Partai Demokrat.

Sumber: Diolah Jawa Pos

 

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...