Polisi Tembak Petugas PDAM

Polisi Tembak Petugas PDAM
Pistol. Ilustrasi: YouTube

Mereka memetakan terlebih dahulu rumah yang akan "digarap". Salah satu indikator yang mereka gunakan adalah rumah yang memiliki pembantu. Selain itu, majikannya berangkat bekerja sejak pagi.

Oleh karena itu, kelompok bandit itu hanya beraksi selama satu jam. Yakni, pada pukul 08.00 hingga 09.00. Arifin dan Anton mengenakan hem biru muda bak pegawai PDAM.

Mereka juga membawa sejumlah perkakas khas. Misalnya, meteran, obeng, dan map kosong.

Mereka berbagi peran. Arifin dan Anton berusaha mengalihkan perhatian para korban.

Caranya membumbui percakapan seolah-olah meteran air rusak dan membutuhkan penggantian.

Pelaku lainnya segera masuk ke rumah dan membobol sejumlah lemari. Setelah berhasil, mereka segera kabur.

Biasanya, korban baru sadar setelah para pelaku pergi. "Nggak ada gendam. Hanya kemampuan mengalihkan perhatian lewat pembicaraan," jelas Agung.

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari para tersangka. Yakni, 15 perhiasan berbentuk liontin, anting, gelang, dan kalung emas. Juga uang tunai Rp 12 juta sisa kejahatan. (mir/sal/c6/git/jpnn)

Polisi tembak petugas PDAM gadungan yang selama satu tahun beraksi membobol rumah warga.


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News