Polisi Terpaksa Makamkan Jenazah Pelaku Bom di Surabaya

Polisi Terpaksa Makamkan Jenazah Pelaku Bom di Surabaya
Lokasi bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Surabaya, Minggu (13/5). Foto: istimewa for JPC

jpnn.com, SURABAYA - Tujuh jenazah pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya Jawa Timur dan Mapolrestabes Surabaya akhirnya dimakamkan pada Minggu (20/5).

Tadinya, jenazah tujuh teroris itu ditolak dimakamkan di Surabaya.

Pemakaman dilakukan setelah proses identifikasi hasil dari pencocokan data pos mortem dan ante mortem selesai.

"Proses pemakaman terpaksa diambil alih oleh pihak kepolisian, karena pihak keluarga tidak ada yang mau mengambilnya," ujar Kabid dokkes Polda Jatim, Kombes Budi Hariyadi.

Tujuh jenazah pelaku ini antara lain, empat pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya yakni Tri Murtiono, Tri Ernawati, Mohammad Dari Satria, dan Mohammad Dafa Amin.

Sedangkan tiga lainnya adalah pelaku bom bunuh diri di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro, yakni Puji Kuswati, Fasdila Sari dan Famela Rizqita.

Saat ini ada empat jenazah di RS Bhayangkara. Yaitu tiga jenazah pelaku bomber dan satu korban bom yang belum dimakamkan.

Tiga jenazah bomber ini adalah, Dita Oepriarto, dan dua anaknya Yusuf Fadil, serta Firman Halim.

Kepolisian mengambil alih pengurusan pemakaman para pelaku bom bunuh diri di Surabaya karena ditolak warga.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News