Polri Dinilai Lamban Tangani Kasus Pembakaran Bendera PDIP

Polri Dinilai Lamban Tangani Kasus Pembakaran Bendera PDIP
PDIP resmi melaporkan aksi pembakaran bendera partai ke Polda Metro Jaya. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Neta S Pane selaku Ketua Presidium Indonesia Police Watch meminta agar Polri bisa bekerja cepat mengungkap dan menuntaskan kasus pembakaran bendera PDIP dalam aksi demo penolakan RUU HIP di depan gedung DPR beberapa waktu lalu.

Menurut Neta, insiden pembakaran bendera PDIP ini berpotensi menimbulkan konflik horizontal di akar rumput. Sehingga, apabila Polri lamban, konflik itu bisa benar terjadi.

“Jika Polri masih bekerja lamban, IPW khawatir kasus pembakaran bendera PDIP ini akan memunculkan konflik dan kekacauan, yang berbuntut pada stabilitas kekuasaan Presiden Jokowi, apalagi dalam aksi demo menolak RUU HIP itu ada sebagian massa yang menuntut pelengseran Jokowi sebagai presiden,” kata Neta dalam keterangannya, Sabtu (27/6).

Untuk itu, lanjut Neta menerangkan Polri perlu bekerja keras segera menuntaskan kasus tersebut. Polri juga harus segera mengerahkan anggota di berbagai daerah untuk melakukan pendekatan kepada tokoh agar tidak terjadi benturan di masyarakat pasca-pembakaran bendera PDIP.

Neta juga mengatakan, hal wajar ketika PDIP melapor ke polisi karena benderanya dibakar dalam aksi demo menolak RUU HIP. Artinya, PDIP bisa melaporkan para pembakar bendera maupun korlap aksi tersebut.

BACA JUGA: Berita Duka, Monsinyur Julius Sunarko Meninggal Dunia, Kami Ikut Berbelasungkawa

“Sebab, sebagai partai besar, PDIP jelas tidak mau dilecehkan. Bagaimana pun aksi pembakaran bendera parpol ini tidak bisa dibiarkan,” tandas Neta. (cuy/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?

Neta S Pane selaku Ketua Presidium Indonesia Police Watch meminta agar Polri bisa bekerja cepat mengungkap dan menuntaskan kasus pembakaran bendera PDIP dalam aksi demo penolakan RUU HIP di depan gedung DPR beberapa waktu lalu.


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News