Polri Usut Jenderal Pembeking Preman

Buntut Bentrokan Berdarah di Jakarta

Polri Usut Jenderal Pembeking Preman
Polri Usut Jenderal Pembeking Preman
Tapi jika memang ada jenderal yang mendalangi dan terlibat dalam kerusuhan itu, Iskandar sangat menyesalkan. Sebab, jenderal seharusnya memberi teladanan hukum dengan tidak mendukung premanisme. "Jenderal harus kesatria bukan premanis," katanya dengan nada tegas.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, kelompok-kelompok massa seperti yang bentrok di Jakarta Rabu lalu sudah ada sejak tahun 2000. Mereka juga bergerak di berbagai bisnis keamanan swasta seperti menjaga lahan sengketa, penagihan utang ataupun menjaga sebuah even acara tertentu. Tentu, karena aktivitasnya yang erat dengan dunia kekerasan mereka mempunyai kontak dan berkomunikasi dengan oknum aparat resmi.

Secara terpisah, sosiolog UI Thamrin Amal Tamagola menilai beking dalam sebuah organisasi adalah rahasia umum. "Kalau mau jujur, buka saja secara transparan dengan mengundang pimpinan-pimpinannya itu, suruh saja mereka bicara," katanya.

Masyarakat kata Thamrin sudah lelah disuguhi konflik yang sebenarnya muncul karena aparat kurang sigap. "Siapa yang harus disalahkan, bukan warga dong. Ini jelas salah instrumen negara, dalam hal ini polisinya," katanya.(kuh/rdl/agm)

 

JAKARTA -- Mabes Polri berjanji akan menguak kerusuhan berdarah di depan Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jaksel Rabu (29/9) lalu. Korps Bhayangkara


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News