Ponpes Kaltim Tampung Anak-Anak TKI di Tawau

Beri Pendidikan hingga Ijazah Sekolah

Ponpes Kaltim Tampung Anak-Anak TKI di Tawau
BARU: Bangunan Pondok Pesantren Mutiara Bangsa yang mampu menampung 120 santri, baru diisi 70 santri. Foto: Thomas Kukuh/KaltimPos Group/JPNN.

SEBATIK - Pendidikan menjadi salah satu perhatian penting bagi masyarakat Pulau Sebatik, Kaltim. Bahkan beberapa tokoh yang tinggal di pulau perbatasan itu mulai menyadari pentingnya pendidikan untuk anak-anak TKI yang telantar di Tawau, Malaysia. Sejak 2008 lalu, mereka akhirnya berhasil mendirikan pesantren untuk menampung anak TKI yang telantar di negara tetangga itu. Berikut laporan Thomas Kukuh dari Sebatik, Kalimantan Timur.

---------------

PESANTREN Mutiara Bangsa yang bediri di atas tanah seluas lima hektare itu tampak kinclong. Catnya yang terdiri dari kombinasi hijau tua dan muda masih terlihat baru. Halamannya pun sangat bersih. Di kompleks itulah sekitar 70 santri setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapatkan pendidikan agama Islam dan pelajaran umum lainnya.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar santri merupakan anak-anak TKI yang dulunya telantar di Tawau. Yakni mencapai 40 santri. Sedangkan sisanya adalah anak penduduk asli Sebatik.

Menurut Wakil Ketua Yayasan Mutiara Bangsa Suniman Latasi, Pesantren Mutiara Bangsa memang didirikan khusus untuk anak TKI. Tapi karena masih kekurangan siswa, maka pengurus yayasan pun mengajak penduduk untuk menyekolahkan anaknya di sana. ”Proses belajar mengajar efektif mulai 2008 lalu,” Suniman saat ditemui 14 September lalu.

SEBATIK - Pendidikan menjadi salah satu perhatian penting bagi masyarakat Pulau Sebatik, Kaltim. Bahkan beberapa tokoh yang tinggal di pulau perbatasan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News