Pos Polisi Dibakar, Mobil Dinas Dirusak

Pos Polisi Dibakar, Mobil Dinas Dirusak
Pos Polisi Dibakar, Mobil Dinas Dirusak
Aksi boikot ini menimbulkan ketegangan karena mahasiswa lain dan masyarakat yang melintas di jalan tersebut tidak terima aksi menghalang-halangi jalanan. “Tolong biarkan kami melintas, kalo mau demo, silahkan tapi jangan merugikan kami yang mau lewat dong," ujar Ariyani, seorang ibu yang hendak melintas. Namun, mahasiswa tetap tidak mengizinkannya untuk melintas. Barulah ketika Ariyani berteriak dengan lantang "Saya mendukung aksi ini, biar kalian mau bakar pos polisi saya dukung. Jadi biarkan saya lewat."

Warga sekitar kampus, tetap beraktivitas seperti biasa. Mereka tidak terlihat ketakutan menyaksikan aksi demontrasi ini. Mereka berbondong-bondong ke jalan untuk menyaksikan aksi dari dekat."Saya sangat mendukung aksi demonstrasi ini. Yang penting untuk membela kepentingan rakyat kecil. Tapi tolong jangan melakukan aksi yang anarkis. Itu merugikan dan membuat masyarakat takut saja," tutur Faysal, seorang tukang ojeg.

Selama satu jam diblokir, jalan kembali dibuka untuk umum. Sejumlah siswa-siswa SMK Pertambangan yang sekolahnya dilintasi massa ikut bergabung menuju DPRD Sultra. Di sini mereka memaksa DPRD untuk melayangkan tuntutannya ke pusat. Massa diterima Ketua DPRD Sultra, Rusman Emba. (yen/awa/jpnn)

KENDARI - Aksi unjuk rasa yang menentang rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diwarnai


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News