Prabowo Bertemu Puan, Bakal Koalisi atau Jadi Oposisi?

Prabowo Bertemu Puan, Bakal Koalisi atau Jadi Oposisi?
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/3). Foto: Aristo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Guru besar Ilmu Politik Universitas Andalas Asrinaldi menyoroti soal isu pertemuan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Gerindra sekaligus presiden terpilih Prabowo Subianto.

"Banyak yang membayangkan bahwa pertemuan itu adalah kaitannya itu dengan penjajakan keikutsertaan PDI Perjuangan dalam pemerintahan Prabowo. Di sisi lain pertemuan itu juga bagian dari rekonsialiasi yang selam pascapemilu sebelumnya saling curiga, saling tegang, saling menuduh kecurangan," kata Asrinaldi saat dihubungi JPNN.com, Selasa (9/4).

Dia juga menyebutkan pertemuan itu bagian dari upaya untuk merekatkan kembali elite dalam konteks pemerintahan.

"Ini baru dalam tahapan penjajakan bagi elite. Tentu ini dibutuhkan karena dalam penyelenggaraan pemerintahan butuh semua kekuatan termasuk partai yang kalah dalam pilpres," lanjutnya.

Lantas, muncul pertanyaan apakah pertemuan itu akan bermuara dengan bergabungnya PDI Perjuangan ke Koalisi Indonesia Maju.

"Bagaimana hasil pertemuan itu kita hanya bisa menunggu ya. Saya sangat yakin PDI Perjuangan punya tradisi oposisi yang kuat. Kalau hanya sekadar pertemuan dan berbicara beberapa hal, ya, menurut saya enggak masalah," jelasnya.

Penulis buku "Kekuatan-Kekuatan Politik di Indonesia" itu menjelaskan keputusan soal koalisi itu tidak hanha berada di tangan Prabowo.

"Itu juga harus dibicarakan dengan KIM dan ada Pak Jokowi juga di sana. Namun, paling tidak tentu saya kira ini usaha menjajaki dan membujuk PDI Perjuangan," jelasnya.

Guru besar Ilmu Politik Universitas Andalas Asrinaldi menyoroti isu pertemuan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News