Presiden Jokowi Pengin Reshuffle? PAN Tidak Ada Urusan

Presiden Jokowi Pengin Reshuffle? PAN Tidak Ada Urusan
Mukhammad Misbakhun (kiri), Saleh Daulay (tengah) dan Jazuli Juwaini menjadi pembicara pada diskusi Kemarahan presiden Berujung Reshuffle? di Gedung DPR. Foto: Ricardo/JPNN.com

Dia mengatakan presiden harus mendengar rakyat, karena memang masyarakatnya adalah target dan sasaran dari program pembangunan.

"Apa yang dilakukan pemerintah sampai sejauh ini kan belum maksimal sebetulnya dari apa yang diharapkan masyarakat," kata Saleh.

Misalnya, dia mencontohkan, pembagian sembako belum merata. Menurutnya, ada yang dapat tiga sampai empat kali. Mulai dari bantuan presiden, menteri, pemerintah daerah.

"Ada juga yang begitu. Bahkan ada yang tidak dapat, padahal seharusnya dapat. Faktanya seperti itu," jelas Saleh.

Menurutnya, ini adalah contoh-contoh persoalan yang harus dievaluasi oleh presiden dengan langkah konkret dan nyata.

Nah, Saleh berujar, dalam konteks itulah silakan saja bila presiden mau melakukan reshuffle.

"Kami (PAN) tidak ikut-ikutan. Kalau ditanya, ada juga yang bertanya, Fraksi PAN bagaimana apakah mendukung atau tidak (reshuffle), kami tidak ada urusan dengan dukung tidak mendukung," ungkap dia.

Saleh mengungkap bahwa Fraksi PAN saat ini tengah konsentrasi bagaimana membantu pemerintah dari berbagai aspek dan sumber daya yang dimiliki untuk penanganan Covid-19.

Reshuffle Kabinet memang hak Pak Jokowi. Namun, kalau ada suara masyarakat yang menginginkan itu, bagaimana?

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News