PRIMA: Indonesia Harus Lebih Keras Suarakan Ketidakadilan Dunia

PRIMA: Indonesia Harus Lebih Keras Suarakan Ketidakadilan Dunia
Wakil Ketua Umum Bidang Kebudayaan Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) AJ Susmana. Foto: Dok. PRIMA

“Kalau tak ada keadilan, tentu bukan pulih bersama dan pulih lebih kuat yang didapat tetapi bisa jadi bunuh diri bersama,” ujar AJ Susmana. 

Susmana kemudian berbagi cerita bijak yang menggambarkan ketidakadilan dunia.

“Seekor angsa terlahir dengan dua kepala. Kepala di atas selalu bisa memakan buah-buahan segar dan makanan bergizi lainnya.

Sementara itu, kepala di bawah selalu hanya bisa memakan sisa dari kepala di atas dan makanan yang tidak bergizi di bawah.

Suatu hari, kepala di bawah berkata kepada kepala di atas, ‘Berikan aku buah segar di atas itu. Jatuhkan segera. Jangan hanya dari sisa gigitanmu atau buah-buah busuk yang berjatuhan’. Tetapi kepala di atas tidak menggubris dan tidak peduli. Bahkan sampai ketika Kepala di bawah mengancam akan memakan buah beracun yang bisa menyebabkan kematian bersama. Kepala di atas terkejut akan kenekadan kepala di bawah, tetapi sudah terlambat. Kepala di bawah memilih memakan buah beracun.”   

Menurut Susmana, pertemuan kebudayaan G20 sangat baik apabila bisa berperan untuk memulihkan kondisi dunia dan menjadi jalan strategis.

Melalui pertemuan Budaya G20 itu, Susmana berharap Kemendikbudristek memajukan dan mendorong agar budaya lokal atau budaya nasional di masing-masing negara G20 menjadi landasan bagi pemajuan budaya global yang berkelanjutan yang melestarikan bumi.

Selain itu untuk menjunjung tinggi kemanusiaan, merespek Hak Asasi Manusia, melahirkan keadilan sosial ekonomi untuk menuju dan menjaga kebahagiaan bersama,” ujar AJ Susmana.

Waketum Bidang Kebudayaan PRIMA AJ Susmana mengatakan Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022 harus lebih keras menyuarakan ketidakadilan dunia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News