Produk Tembakau Alternatif Terbukti Berhasil Menurunkan Prevalensi Perokok

Produk Tembakau Alternatif Terbukti Berhasil Menurunkan Prevalensi Perokok
Ilustrasi. Rokok elektrik/vape. Foto Drake

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita menilai strategi pemanfaatan produk tembakau alternatif, sangat sesuai untuk mendukung program pemerintah dalam  mengurangi jumlah perokok.

Saat ini, jumlah perokok di Indonesia mencapai 67 juta jiwa dan berbagai cara yang dilakukan oleh pemerintah dinilai belum cukup efektif untuk menurunkan angka tersebut.

“Strategi pemanfataan produk tembakau alternatif (di Selandia Baru) sangat sesuai dan bisa menjadi solusi yang tepat bagi perokok yang ingin mengurangi risiko dari kebiasannya,” kata Garindra.

Garindra menuturkan, pemanfaatan produk tembakau alternatif akan jauh lebih membuahkan hasil dalam menekan prevalensi perokok ketimbang menaikkan harga atau cukai rokok.

Hal ini sudah dibuktikan oleh negara Selandia Baru dan Inggris.

Berdasarkan data terbaru dari Survei Kesehatan Selandia Baru, tingkat merokok harian turun dari 12,5% pada 2018/2019 menjadi 11,6% pada 2019/2020 setelah pemanfaatan produk tembakau alternatif.

“Produk tembakau alternatif ini terbukti berhasil menurunkan prevalensi perokok selama pemerintah turut mendukung dan mengedukasi masyarakat, seperti yang telah dilakukan oleh Selandia Baru,” jelas Garindra.

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga perlu memberikan dukungan dalam bentuk regulasi yang sesuai.

Strategi pemanfataan produk tembakau alternatif (di Selandia Baru) sangat sesuai dan bisa menjadi solusi yang tepat bagi perokok yang ingin mengurangi risiko dari kebiasannya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News