Program Desa Makmur Peduli Api, Warga Senang Menanam Tanpa Bakar Lahan

Program Desa Makmur Peduli Api, Warga Senang Menanam Tanpa Bakar Lahan
Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Foto: Humas DMPA

jpnn.com, JAKARTA - Manfaat Program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) telah dirasakan warga di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Warga Dusun Malong, Desa Lamin Telihan, Kecamatan Kenohan, mengaku senang karena saat ini mereka bisa menanam padi gunung tanpa perlu membakar lahan.

Ketua Kelompok Tani Padi Gunung, Simon mengatakan, dengan program DMPA kini tidak ada lagi pembakaran lahan.

Dia mengatakan menanam padi gunung dengan sistem tumpang sari tanaman pokok HTI (Hutan Tanaman Industri) membuat lingkungan menjadi lebih baik.

“Karena tak ada lagi asap dari pembakaran lahan," kata Simon kepada wartawan, Kamis (4/11).

Penanaman padi gunung dilakukan satu kali dalam satu tahun, dimulai setiap September. Padi sudah bisa dipanen 6 bulan kemudian, atau sekitar Maret.

Penanaman padi gunung sudah biasa dilakukan para petani di Kalimantan Timur. Sebelum diperkenalkan dengan Program DMPA, mereka terbiasa membuka lahan dengan sistem tebas dan membakar.

Kelompok Tani Padi Gunung Desa Lamin Telihan merupakan binaan dari Program DMPA yang dikembangkan PT Acacia Andalan Utama.

Program Desa Makmur Peduli Api atau DMPA mengajak warga melakukan penanaman padi gunung tanpa membakar lahan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News