Progres Pejuang Muda: Validasi Data hingga Dorong Pengelolaan Ekonomi Berkelanjutan

Progres Pejuang Muda: Validasi Data hingga Dorong Pengelolaan Ekonomi Berkelanjutan
Pejuang Muda merupakan program sinergi antara Kemensos, Kemendikbudristek dan Kemenag untuk mahasiswa agar berperan dalam penanganan kemiskinan dan masalah sosial Foto: Kemensos

Berbeda dengan Kabupaten Serang, pemberdayaan di Kota Serang akan berfokus pada pengelolaan limbah industri.

Salah satunya yang akan dilakukan di Kampung Sewor dan Kampung Cidadap Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Serang.

Faisal (23), peserta sekaligus Koordinator Pejuang Muda Kota Serang mengatakan dirinya dan 15 Pejuang Muda lainnya di Kota Serang berencana mengedukasi warga agar tidak membuang limbah hasil olahan langsung ke lingkungan.

Hal ini mengingat masih banyak warga yang membuang limbah industri tempe ke selokan.

“Kami ajak warga untuk membudidayakan maggot. Selain bisa mengurai limbah, penjualan maggot berpotensi membantu ekonomi masyarakat agar bisa bertahan di tengah situasi pandemi. Juga potensinya itu bisa terus ada walaupun keadaan berubah,“ katanya.

Pemberdayaan dan verifikasi data yang dilakukan oleh Pejuang Muda tidak lepas dari tujuan utama yaitu ketepatan penyaluran bantuan sosial. Exclusion dan inclusion error dapat diminimalisir sehingga bantuan sosial lebih tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, Pejuang Muda menggunakan aplikasi Social Affair Geographic Information System (SAGIS) di mana setiap penerima bantuan yang diverifikasi dapat dikonfirmasi lokasi dan kondisi rumahnya.

Diharapkan keberadaan Pejuang Muda membawa spirit baru bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki dan lebih awas terhadap potensi ekonomi di sekitar agar dapat mandiri, berdaya dan bertahan di berbagai kondisi.

Pejuang Muda merupakan program sinergi antara Kemensos, Kemendikbudristek dan Kemenag untuk mahasiswa agar berperan dalam penanganan kemiskinan dan masalah sosial

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News