Protes Suami Malas Kerja, Istri Dibunuh

Protes Suami Malas Kerja, Istri Dibunuh
Police Line. foto: ilustrasi for sumeks

''Kalau siang dia jadi tukang cuci ke rumah-rumah,'' tuturnya. ''Hasil uangnya untuk bayar sekolah anak,'' lanjutnya.

Warga asli Lamongan itu tidak menyangka Junisa menjadi korban pembunuhan. ''Mereka sering bertengkar karena beda pendapat.

Hampir tiap hari cekcok,'' ucap Ariyani. Misalnya, Junisa ingin menyunatkan anaknya di sunatan masal, tetapi ditolak Sugiyono lantaran malu.

Dia berpegang teguh ingin menggunakan uang pribadi. Namun, dia menganggur. ''Tidak tahu kok sampai parah begini,'' paparnya.

Ariyani menyebut Junisa merupakan pekerja keras. Cari uang dari pagi hingga sore. Beberapa kali korban bercerita bahwa suaminya cemburu.

Sebab, korban punya uang. ''Sementara suaminya (Sugiyono, Red) kan nganggur,'' tambahnya.

Ditanya mengenai kronologi kejadian, Ariyani mengatakan tidak tahu. ''Tahunya sudah pagi kok ada polisi,'' ucapnya.

Berbeda dengan Ariyani, Safril, warga setempat, mendengar kegaduhan di tempat tinggal korban. Sebab, kosnya berdekatan dengan tempat korban.

Suami pengangguran membunuh istri yang sering mengeluh karena tidak memiliki penghasilan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News