PSI: Untung Jokowi Tak Berkiblat ke AS

PSI: Untung Jokowi Tak Berkiblat ke AS
Jubir PSI Bidang Ekonomi dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo. Foto: Ist

Indonesia dan AS pun sedang mengupayakan hubungan diplomasi membahas mengenai masalah tersebut. Bila GSP ini dihilangkan maka bea masuk ekspor produk Indonesia ke AS lebih mahal.

Rizal mengatakan ketergantungan Indonesia kepada investasi AS terus menurun terus menurun secara signifikan.

Pada tahun 2013, investasi Amerika Serikat sempat mencapai US$ 2,4 miliar. Namun nilai tersebut terus menurun hingga 2016 hanya sebesar US$ 1,2 miliar.

Bahkan pada tahun 2015, investasi Amerika Serikat hanya mencapai angka US$ 893 juta. “AS tidak masuk lima besar,” ucap dia.

Rizal mengatakan lagi, Indonesia sudah masuk dalam radar perang dagang dengan Amerika, sejak Donald Trump memasukan Indonesia dalam 16 negara mitra dagang utama yang memiliki neraca perdagangan tidak seimbang pada 2016 lalu.

Berada di urutan pertama adalah China yang menyumbang defisit mencapai USD347 miliar.

Disusul oleh Jepang sebesar USD 68,9 miliar, Meksiko sebesar USD63,2 miliar, Irlandia USD35,9 miliar, dan Vietnam senilai USD32 miliar.

Beberapa negara lain yang juga menyumbang defisit neraca perdagangan AS adalah India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Perancis, Taiwan, Kanada, dan termasuk Indonesia. (dil/jpnn)


Juru bicara PSI mengatakan, beruntung dibawa kepemimpinan Presiden Jokowi, Indonesia sudah menjaga jarak aman dengan AS dalam perekonomian.


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News