JPNN.com

Punya Banyak Pasangan Bercinta jadi Lebih Berisiko Kena Kanker?

Kamis, 26 Maret 2020 – 23:12 WIB Punya Banyak Pasangan Bercinta jadi Lebih Berisiko Kena Kanker? - JPNN.com
Ilustrasi pacaran. Foto: Dokumen JPNN.com

jpnn.com - Penelitian terbaru di Inggris menunjukkan individu yang memiliki pasangan seksual lebih dari satu orang berisiko lebih besar berisiko terkena kanker. Temuan itu merupakan hasil penelitian terhadap 2.537 pria dan 3.185 wanita berusia di atas 50 tahun.

Usia rata-rata mereka adalah 64 tahun. Hampir tiga perempat yang diteliti sudah menikah dan memberikan jawaban tentang berapa banyak pasangan seksual mereka.

Merujuk penelitian yang dipublikasikan BMJ Sexual and Reproductive Health tersebut, ternyata ketika jumlah pasangan seksual meningkat, persentase yang didiagnosis menderita kanker pun naik.

Wanita yang mengaku memiliki 10 atau lebih pasangan seksual membuat mereka 91 persen lebih mungkin didiagnosis kanker dibandingkan yang tidak memiliki atau hanya punya satu pasangan. Adapun pada pria yang memiliki setidaknya 10 pasangan seksual, ternyata 69 persen lebih mungkin didiagnosis kanker dibandingkan pria yang tidak memiliki atau hanya punya satu pasangan.

Lee Smith, PhD dari Universitas Anglia Ruskin, Inggris yang menjadi penulis dalam studi itu mengatakan bahwa penelitian tersebut berupaya melihat hubungan antara jumlah pasangan seksual dan risiko kanker. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa infeksi menular seksual (IMS) tertentu bisa menyebabkan beberapa kanker.

“Memang jumlah pasangan seksual yang lebih tinggi, berarti paparan yang lebih besar terhadap IMS," katanya.

Lantas, mengapa ada perbedaan persentase yang cukup signifikan antara wanita dan pria pada penelitian itu? Smith menduga hal itu karena hubungan antara IMS tertentu dan kanker lebih kuat pada wanita. “Seperti HPV (human papillomavirus) dan kanker serviks," jelas Smith.

Namun, hal itu bukan berarti imbauan untuk menghindari seks. Sebab, studi itu hanya menemukan hubungan antara orang yang memiliki pasangan seksual lebih banyak dengan kasus kanker.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...