JPNN.com

Rapat Paripurna Ricuh, Dua Anggota Dewan Terpaksa Dilerai, Ternyata Ini Penyebabnya

Senin, 14 Oktober 2019 – 19:42 WIB Rapat Paripurna Ricuh, Dua Anggota Dewan Terpaksa Dilerai, Ternyata Ini Penyebabnya - JPNN.com
Suasana rapat paripurna DPRD Banyuasin yang sempat ricuh, Senin (14/10). Foto: sumeks.co

jpnn.com, BANYUASIN - Rapat paripuna DPRD Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) yang digelar pada Senin (14/10) sekitar pukul 16.00 WIB sempat ricuh.

Kericuhan terjadi saat pengumuman pimpinan dan anggota kelengkapan DPRD serta pemilihan dan anggota badan kehormatan DPRD Kabupaten Banyuasin.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, keributan antar anggota DPRD Banyuasin itu diduga berawal saat pemilihan anggota badan kehormatan DPRD Kabupaten Banyuasin yang diikuti enam anggota DPRD Banyuasin.

Selanjutnya untuk memilih anggota Badan Kehormatan (BK) dilaksanakan dengan sistem voting, sampai diumumkan pimpinan DPRD terpilih lima anggota badan kehormatan. Lima yang terpilih yaitu Endang Sari, Budi Santoso, M Sholih, Sopian Hadi dan Jupriadi.

Sedangkan Nasir dari partai Golkar tidak terpilih sebagai anggota badan kehormatan, di saat itu secara tiba-tiba Nasir memukul meja menggunakan tangan sebanyak dua kali, diduga merasa ada salah satu parpol tidak komitmen memilih dirinya dalam pemilihan anggota badan kehormatan itu.

Bahkan tidak hanya memukul meja sampai dua kali, rupanya Nasir terus mengomel kalau partai tersebut tidak komitmen dan lain sebagainya.

Sampai akhirnya anggota DPRD Banyuasin Emi Sumitra (PKB) yang berada dekat dengan Nasir, menjadi ikut emosi sampai terjatuh dari tempat duduknya. “Informasinya seperti itu,” jelasnya.

Kemudian Nasir dan Emi Sumitra dapat dilerai dan ditenangkan oleh anggota DPRD Kabupaten Banyuasin, dan rapat paripurna dapat dilanjutkan kembali. Usai itu kegiatan berlangsung kondusif, hingga selesai.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...