Sabtu, 18 November 2017 – 04:12 WIB

Ratusan Kelompok Penemu Siap Bertempur di Agriventor

Rabu, 18 Oktober 2017 – 13:03 WIB
Ratusan Kelompok Penemu Siap Bertempur di Agriventor - JPNN.COM

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Pelaksana Agriventor, Abiyadun, menilai animo generasi muda terhadap sektor pertanian cukup tinggi. Terbukti, jumlah peserta Kompetisi Penemu Muda 2017 Agriventor yang digagas Generasi Muda Petani Indonesia (Gempita) melampaui harapan panitia.

"Kami tak menyangka jumlah peserta mencapai ratusan kelompok. Ini melebih target yang kami canangkan. Mulanya, jumlah peserta cuma sampai 50-an kelompok," ujarnya di Jakarta, Rabu (18/10) malam.

Abi menambahkan, banyak peserta dari perguruan tinggi yang mendaftar. "Misalnya, dari IPB (Institut Pertanian Bogor), UGM (Universitas Gadjah Mada), Unhas (Universitas Hasanuddin), dan lain-lain. Ada pula kelompok pemuda dari luar perguruan tinggi," ungkapnya.

Menurut Abi, jumlah temuan yang didaftarkan pun cukup bervariatif, tak sekadar alat dan mesin pertanian (alsintan) dan alat panen. Namun, juga mencakup alat pascapanen dan pengolahan. "Contohnya, ada salah satu peserta yang membuat teknologi deteksi hama berbasis mobile," katanya.

Bagi pemuda yang ingin berpartisipasi pada Agriventor yang bersinergi dengan rilis.id sebagai event partner, ungkap Abi, panitia masih membuka pendaftaran hingga 18 Oktober, pukul 23.59 WIB. "Masih terbuka peluang bagi kamu untuk berpartisipasi pada Agriventor. Ayo, 'Be A Hero for A Better Indonesia'," serunya.

Setelah penutupan, Panitia Pelaksana Agriventor bakal menyeleksi proposal peserta selama tiga hari dan diumumkan pada 21 Oktober. "Tim juri terdiri dari orang-orang yang cabale di bidang pertanian dan teknologi. Sehingga, peserta yang keluar sebagai pemenang betul-betul sesuai dengan arah pengembangan pertanian yang dicanangkan," jelasnya.

Sementara Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Kapusdatin) Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, menyatakan banyaknya jumlah peserta pada Agriventor menunjukkan regenerasi tani bukan isapan jempol. "Alhamdulillah, artinya segala upaya Kementan untuk kembali menggairahkan sektor pertanian sudah mulai dilirik generasi muda," ujarnya.

Kementan, tambah Suwandi, melalui beragam terobosan kebijakan yang mendorong mekanisasi dan meningkatkan kesejahteraan petani, salah satunya bertujuan mendorong generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian. "Karena kami berkeyakinan, dengan adanya mekanisasi, maka proses bertani makin mudah, murah, efektif, dan efisien. Sehingga, mendorong peningkatan income petani," paparnya.

SHARES
TAGS   Kementan
loading...
loading...
Komentar