Ratusan Warga Rejang Lebong Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Sebegini

Ratusan Warga Rejang Lebong Jadi Korban Investasi Bodong, Kerugian Sebegini
Sejumlah korban investasi bodong menunggu pemeriksaan oleh petugas penyidik Tipidter Polres Rejang Lebong, Kamis (5/8/2021). Foto: ANTARA/Nur Muhamad

jpnn.com, REJANG LEBONG - Ratusan warga Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menjadi korban penipuan dengan modus investasi bodong. Akibat kejadian itu, warga mengalami kerugian hingga Rp800 juta.

Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong AKP Rahmat Hadi Fitrianto di Mapolres Rejang Lebong, Kamis, menyebutkan ratusan warga daerah itu menjadi korban investasi bodong karena tergiur keuntungan besar yang ditawarkan oleh dua orang tersangkanya hingga 35 persen per 10 hari dari nilai investasi yang ditanamkan.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan dua orang perempuan berinisial YN, 19, warga Kecamatan Curup dengan status sebagai pengangguran dan VA, 20, berstatus sebagai mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Curup.

Dijelaskan pula bahwa YN sebagai tersangka utama, sedangkan VA bertindak sebagai pencari nasabah.

Akibat kejadian tersebut, nasabah yang tergabung dalam investasi yang dikelola kedua tersangka ini dalam waktu 6 bulan berjalan menggaet lebih dari 100 orang yang berasal dari kalangan mahasiswa dan masyarakat biasa dengan total kerugian nasabah ini lebih dari Rp850 juta.

Berdasarkan keterangan tersangka utama YN kepada petugas penyidik, kata dia, modusnya ialah dengan mengadakan investasi dan menawarkan slot yang masih kosong kepada calon mangsanya dengan nilai yang ditawarkan paling kecil Rp1 juta. Dalam 10 hari, uang tersebut bisa menjadi Rp1,3 juta lebih.

Menurut dia, tersangka itu sendiri mempelajari bisnis investasi ini secara autodidak melalui internet dan tidak tergabung dalam satu lembaga apa pun. Adapun sistem penawaran melalui aplikasi pesan WhatsApp.

"Nasabahnya ini akan mendapatkan bonus sebesar 35 persen dalam 10 hari. Dengan begitu, para korbannya terpikat lagi untuk memasukkan dananya lebih besar lagi. Namun, pada kenyataannya tersangka ini harus gali lubang tutup lubang untuk menutupi nasabah sebelumnya," katanya.

Ratusan warga Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menjadi korban penipuan dengan modus investasi bodong. Akibat kejadian itu, warga mengalami kerugian hingga Rp800 juta.