Reaksi Guspardi Gaus Soal Pembakaran Masjid & Kendaraan

Reaksi Guspardi Gaus Soal Pembakaran Masjid & Kendaraan
Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus. Foto: Ricardo/JPNN.com

“Seharusnya perbedaan fiqih di dalam Islam jangan sampai berujung dengan tindakan anarkistis sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan,” ujar Guspardi.

Dia juga meminta pihak yang bertikai tidak langsung mengerahkan massa. Dia berharap untuk  mendahulukan musyawarah antarpemimpin umat agar tindakan-tindakan melawan hukum di lapangan bisa diantisipasi bersama.

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengimbau seluruh masyarakat harus menyadari pentingnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Pentingnya toleransi dan kerukunan itu untuk hidup berdampingan secara damai supaya tidak terjadi konflik seperti penyerangan Pondok Pesantren As Sunnah di Bagek Nyaka, Kabupaten Lombok Timur.

Wapres meminta aparat hukum memproses pelaku "siapa pun yang bersalah, yang dianggap melanggar hukum, itu harus diproses," kata Ma'ruf Amin usai meresmikan rumah ibadah di Universitas Pancasila Jakarta, Rabu, 5 Januari 2022

Perusakan terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) As-Sunnah dan fondasi bakal Masjid Imam As Syafi'i di Desa Bagik Nyaman, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dilakukan sekitar 200 orang pada Minggu (2/1/2022) dini hari.

Mereka tersinggung dengan potongan video ceramah seorang ustaz di Lombok Timur, NTB, yang dianggap mendiskreditkan keberadaan makam keramat di Lombok.

Massa menggunakan penutup wajah dan langsung merusak pagar depan Pondok Pesantren atau Markas Assunnah yang terbuat dari spandek. Kemudian merusak lima kendaraan roda empat dan tujuh sepeda motor.

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus bereaksi keras terhadap peristiwa pembakaran masjid dan sejumlah kendaraan di Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News