Rela Keluar Masuk Hutan untuk Cari Ibu Hamil

Rela Keluar Masuk Hutan untuk Cari Ibu Hamil
BERDEDIKASI-Siti Aminah dan Husniar terpilih sebagai bidan terbaik dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. (foto:Titik Andriyani/Jawa Pos)
Perempuan 31 tahun itu memelopori perbaikan gizi keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga, terutama ibu hamil. Cerita Aminah, dari program yang dijalankan itu dirinya tak berpikir bakal mendapat anugerah Srikandi Award untuk kategori penurunan angka kematian bayi. "Saya hanya berpikir bagaimana meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama ibu hamil," tuturnya.

Namun, siapa sangka, upaya Aminah berkunjung dari rumah ke rumah warga bisa mengantarkannya menjadi yang terbaik. Dia menjelaskan, tidak mudah mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan. Karena itu, pendekatan yang dia pakai adalah persuasif dengan turun langsung ke lapangan. Tak hanya memberi bimbingan terhadap ibu hamil, tapi juga seluruh keluarga mereka. "Ya, suaminya, mertua, nenek, pokoknya semua anggota keluarga. Tujuannya, agar kesadaran mereka terhadap kesehatan berubah. Terutama, perhatian terhadap ibu hamil," jelasnya.

Aminah mengatakan, upaya menekan angka kematian bayi sejatinya harus dimulai dengan memperhatikan kesehatan sang ibu. Jika ibu kurang gizi dan kesehatannya buruk, sudah pasti janin yang dikandungnya terpengaruh. "Banyak bayi lahir dengan berat badan rendah karena ibunya kurang gizi. Karena itu, merekalah yang pertama kami sentuh," ungkapnya.

Edukasi yang diberikan Aminah dimulai dari hal-hal sederhana. "Contohnya, kalau memasak sayuran jangan dipotong dulu, baru dicuci. Yang benar, dicuci dulu baru dipotong, karena nilai gizinya masih tinggi. Kelihatannya sederhana, tapi amat penting," terang perempuan berjilbab itu.

Bidan-bidan ini telah mendedikasikan hidupnya untuk keselamatan ibu hamil dan bayi yang dilahirkan. Ikatan Bidan Indonesia (IBI) pun menganugerahi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News