Rencana Bulan Madu Pasangan Ini Berantakan karena Kena Razia Satpol PP

Rencana Bulan Madu Pasangan Ini Berantakan karena Kena Razia Satpol PP
Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar razia Penyakit Masyarakat (Pekat) di beberapa indekos yang ada di Pematangsiantar, Minggu (3/6). Sepasang pengantin baru ikut kena razia. Foto: METRO SIANTAR/DHEV BAKK

jpnn.com, PEMATANG SIANTAR - Dua sejoli berinisial PG dan PN yang mengaku baru saja menikah di Pematangsiantar, Sumut, benar-benar lagi apes.

Niat kedua sejoli menikmati bulan madu dan ‘belah duren’ di penginapan malah terusik dengan razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pemda setempat.

Ironisnya, mereka tetap dipaksa ikut ke kantor Satpol PP karena tak bisa menunjukkan bukti nikah.

Kejadian tak menyenangkan itu terjadi di Kota Siantar. Mereka terjaring razia tim gabungan Satpol PP, Polres Pematangsiantar, dan Detasemen Polisi Militer (Denpom) pada Minggu (4/6) dinihari.

Kegiatan sapu bersih penyakit masyarakat tersebut berlangsung di 10 tempat penginapan. Namun tim gabungan hanya berhasil mengamankan pasangan tak dari lima hotel yakni Hotel Taman Ria, Hotel Binaling, Best Hotel, Riatur In Hotel, dan Losmen Bali.

Petugas sempat bersitegang dengan beberapa pasangan resmi saat dimintai identitas diri mereka. Salah satu pasangan tidak resmi bahkan sempat berontak ketika hendak dibawa petugas ke mobil patroli.

Terjadinya cecok mulut antara petugas dan pelanggan hotel yang mengaku pasangan resmi, karena pasangan tersebut tidak menunjukkan bukti pasangan resmi berupa surat pernikahan.

PG dan FN mengaku baru menikah siang harinya, namun tidak bisa menunjukkan minimal foto pernikahan. Namun setelah berdebat, pasangan ini diminta petugas untuk menghubungi keluarga.

Dua sejoli berinisial PG dan PN yang mengaku baru saja menikah di Pematangsiantar, Sumut, benar-benar lagi apes.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News