Republik Burung Hantu

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

Republik Burung Hantu
Politikus Partai Demokrat (PD) Andi Arief. Foto: Ricardo/JPNN.com

Di Jawa, burung ini disebut ‘’dares’’ atau manuk dares yang tidak berkonotasi dengan maut. Orang Manado menyebutnya manguni, karena itu ada LSM yang menamai dirinya ‘’Laskar Manguni’’.

Kalau sinyalemen Andi Arief benar, maka Koalisi Perubahan harus waspada.

Burung hantu punya kelebihan yang tidak dipunyai hewan lain.

Burung hantu dikenal karena matanya besar dan menghadap ke depan, tak seperti umumnya jenis burung lain yang matanya menghadap ke samping.

Bersama paruh yang bengkok tajam seperti paruh elang.

Dengan susunan bulu di kepala yang membentuk lingkaran wajah, tampilan wajah burung hantu menyeramkan.

Apalagi leher burung ini demikian lentur sehingga wajahnya dapat berputar 360 derajat ke belakang.

Burung ini juga bisa beroperasi dalam senyap dan bisa melakukan silent flight, tidak mengeluarkan suara dari kepakan sayapnya saat terbang.

Kalau kekuatan oligarki menang, maka bisa jadi Indonesia akan dikuasai politisi burung hantu, dan Indonesia terancam akan menjadi Republik Burung Hantu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News