Rest in Peace, Selamat Jalan untuk Valentinus Nahak

Rest in Peace, Selamat Jalan untuk Valentinus Nahak
Jenazah petinju Valentinus Bria Nahak saat disemayamkan di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, Kamis (2/8) malam. Foto: Alit Binawan/Radar Bali

jpnn.com, DENPASAR - Petinju nasional yang diproyeksikan untuk Asian Games 2018, Valentinus Bria Nahak meninggal dunia, Kamis (2/8) malam. Valen meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker kelenjar getah bening stadium lanjut yang dideritanya.

Kakak kandung Valen, Julio Bria  mengatakan adiknya sejak Rabu lalu (1/8) sudah pindah ruang rawat untuk menjalani kemoterapi. Namun, kondisi Valen memburuk jelang kemoterapi kemarin.

“Rabu malam sesaat setelah dipindah sempat makan bubur, kemudian istirahat. Tapi, tadi siang (kemarin siang) kondisinya menurun,” kata Julio.

Akhirnya Valen urung menjalani kemoterapi. “Kira-kira setelah magrib dia dikasih minum, tapi seperti sudah tak bernafas,” tuturnya.

Sebelumnya dr. I Wayan Losen Adnyana Sp-PD (K) yang menangani Valen mengungkapkan, kondisi petinju asal Nusa Tenggara Timur (NTT) itu kemarin sangat lemah. Itu pula yang membuat dokter memutuskan untuk mengurungkan kemoterapi.

“Kondisi tumor sudah stadium tiga ke atas. Jadi, satu-satunya tindakan adalah kemoterapi. Namun karena kondisi pasien masih sangat lemah, ini menjadi pertimbangan khusus, sehingga kita tidak bisa memberikan kemoterapi sebelum pulih benar,” tuturnya.(rb/feb/mus/JPR)


Petinju nasional yang diproyeksikan untuk Asian Games 2018, Valentinus Bria Nahak meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker kelenjar getah bening.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News