JPNN.com

Rokok Elektrik Ancaman bagi Petani Tembakau di NTB, Begini Pandangan Ketua PWNU

Jumat, 30 Agustus 2019 – 16:20 WIB Rokok Elektrik Ancaman bagi Petani Tembakau di NTB, Begini Pandangan Ketua PWNU - JPNN.com

jpnn.com, NUSA TENGGARA BARAT - Panen tembakau di wilayah NTB tahun ini kembali anjlok. Banyak petani tembakau terdampak dari anjloknya panen kali ini. Padahal, dari sisi ekonomi justru tembakau lebih ekonomis dari pada rokok elektrik atau Vape. Tembakau lebih bisa menyentuh masyarakat kelas menengah karena harga yang terjangkau.

Namun tidak menutup mata, Vape kini lebih menjamur dan sebagian besar milenial mengkonsumsinya. Ketua PWNU NTB Masnun Tahir, menanggapi menjamurnya Vape. Diakuinya menjamurnya rokok elektrik berdampak pada meruginya petani tembakau di NTB.

"Terkait masalah beredarnya rokok elektrik di masyarakat tentu membuat para petani tembakau kita di NTB ini khususnya akan sangat dirugikan," katanya, Jumat, (30/8).

Masnun mengatakan untuk menyelesaikan permasalahan ini yang harus dilihat adalah kebijakan pimpinan atau penguasa harus berbanding lurus sama kemaslahatan rakyat serta memperhatikan manfaat dan mudarat.

"Tembakau tentu sangat lebih maslahat bagi pribadi dan orang banyak dalam menunjang perekonomiannya. Dibandingkan dengan rokok Vave yang berbau elektrik ini, yang hanya bisa digunakan oleh segelintiran orang para elit. Rokok elektrik itu hanya menambah gaya hidup saja," ungkapnya.

"Kalau tembakau kan sudah dari sejak kita lahir mungkin, zaman nenek moyang kita, sudah ada yang namanya rokok dari tembakau. Kalau rokok listrik itu kan baru-baru ini muncul, belum berani kita jamin tingkat kesehatannya," tambah Masnun.

Pemerintah juga kata dia, harus membuatkan regulasi terhadap rokok elektrik ini, yang namanya elektrik, tentu kadar penyakitnya lebih tinggi dari tembakau yang merupakan hasil panen bumi berasal dari tanah.

Secara lokal kata Wakil Rektor 1 UIN mataram itu, tembakau akan sangat di butuhkan oleh petani dan rakyat.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...