JPNN.com

Sering Mengisap Vape Bisa Mengakibatkan Kematian?

Kamis, 29 Agustus 2019 – 04:09 WIB Sering Mengisap Vape Bisa Mengakibatkan Kematian? - JPNN.com

jpnn.com - Beberapa hari lalu, di Amerika Serikat (AS) baru saja dilaporkan terjadinya kasus kematian pertama yang diduga terkait dengan kebiasaan mengisap vape. Hal ini cukup bertolak belakang dengan klaim yang menyatakan bahwa vape bisa menjadi alternatif lebih sehat dibanding rokok biasa.

Pernyataan tentang amannya vape membuat penggunaan vape atau rokok elektronik meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Lalu, apakah vape memang bisa mengakibatkan kematian seperti rokok?

Kasus tersebut terjadi di negara bagian Illinois, AS. Dinas Kesehatan setempat mengumumkan jika salah satu pasiennya meninggal dunia akibat penyakit paru yang dideritanya. Kondisi itu diduga dipicu kebiasaannya menghisap vape.

"Kami menerima laporan tentang kematian seorang pasien dewasa yang dirawat di rumah sakit karena penyakit pernapasan yang sulit dijelaskan, setelah penggunaan vape atau rokok eletronik," jelas dr. Jennifer Hayden, kepala petugas medis Departemen Kesehatan Illinois, seperti dikutip dari WebMD.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) juga melaporkan bahwa setidaknya terdapat 193 kasus di 22 negara bagian yang diduga merupakan penyakit paru akibat menghisap vape.

Benarkah vape berisiko menyebabkan kematian?
Setelah membaca kasus di atas, Anda yang memiliki kebiasaan mengisap vape sepertinya harus mempertimbangkan lagi anggapan bahwa vape merupakan alternatif yang lebih sehat dibanding rokok biasa. Sebab, kandungan vape tidak terlepas dari berbagai zat kimia berbahaya yang juga bisa mengancam kesehatan tubuh.

Menurut dr. Alvin Nursalim, Sp.PD dari KlikDokter, awalnya memang banyak yang mengatakan jika vape aman untuk diisap. Namun, ternyata aerosol atau uap dari vape juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Hal tersebut akibat kandungan beberapa logam berat di dalamnya yang dapat menyebabkan berbagai penyakit paru, seperti inflamasi atau peradangan paru yang dalam jangka panjang bisa menimbulkan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Sumber klikdokter

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...