Rossi Tidak Buru-Buru Kunci Gelar 2008

Rossi Tidak Buru-Buru Kunci Gelar 2008
Rossi Tidak Buru-Buru Kunci Gelar 2008
Meski demikian, Rossi tak mau takabur. Sejarah telah membuktikan bahwa gelar tidak bisa diraih semudah itu. "Pada 2005 saya menghadapi situasi yang sama, tapi saya malah tabrakan. Saya lalu harus menunggu sampai Malaysia untuk mengunci gelar. Tahun lalu, saya juga kehilangan gelar itu di Jepang," tuturnya.

Rossi menegaskan, dirinya benar-benar ingin menang di Motegi. Karena itu bakal menjadi kemenangan "mahal" untuk Yamaha, karena diraih di sirkuit milik Honda.

"Kemenangan di sana bakal menjadi hadiah besar atas segala pekerjaan yang telah dilakukan. Tapi, kami tak boleh terlalu membebani diri sendiri. Kami akan menghadapinya seperti lomba normal," ujar The Doctor. "Kami punya margin poin cukup. Tapi masih ada empat lomba tersisa. Persaingan masih belum berakhir," tegasnya.

Rossi mengingatkan, Stoner mungkin sudah kesulitan untuk mengejar gelar. Apalagi, pembalap Australia itu sekarang masih cedera lengan, ada kemungkinan menarik diri untuk operasi sebelum musim ini berakhir. Namun, masih ada Pedrosa yang harus dikhawatirkan. Dan mungkin, Pedrosa akan lebih mengancam pada empat lomba yang tersisa.

Bintang utama Fiat Yamaha, Valentino Rossi, bisa mengunci gelar MotoGP 2008 di Motegi, Jepang, akhir pekan ini. Tapi, pembalap 29 tahun itu mengaku

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News