Rp 5 Juta untuk Pengantin yang Kenakan Busana Daur Ulang

Rp 5 Juta untuk Pengantin yang Kenakan Busana Daur Ulang
Dimas Diajeng Gunungkidul jadi tontonan pengunjung Pantai Kukup saat mengenakan busana pengantin berbahan sampah daur ulang, dalam perayaan HPSN 2019, Kamis (21/2). Foto: GUNAWAN/RADAR JOGJA

jpnn.com - Warga Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul dalam mengikuti acara peringatan HPSN (Hari Peduli Sampah Nasional), Kamis (21/2). Meski tubuh harus berbasuh peluh.

--

Dari kejauhan tampak iring-iringan pengantin berbusana daur ulang. Pasangan pengantin diperagakan oleh Dimas Diajeng Gunungkidul dengan delapan orang pengiring warga Pantai Kukup. Semuanya mengenakan busana daur ulang.

Busana tersebut dibuat oleh pegiat bank sampah yang tergabung dalam Perkumpulan Yogyakarta Green and Clean (PYGC). Pengantin dan pengiringnya berjalan mengarah ke ikon Pantai Kukup.

“Butuh dua hari saja untuk merancang busana yang dikenakan Dimas Diajeng,” kata Erni, sang perancang busana daur ulang.

Di tangan pegiat bank sampah sampah plastik disulap menjadi busana pengantin nan eksotik. Fesyen berkarakter. Sekaligus bernilai ekonomis. Soal ide diperoleh dari internet. Erni mengubah bahan kain dengan sampah plastik. Lewat HPSN diharapkan bisa menggugah kesadaran masyarakat. Bahwa sampah pun bisa memiliki nilai ekonomi.

Bagi Fatika Aulia, salah seorang peragawati, mengenakan busana daur ulang menjadi pengalaman tak terlupakan. Karena busana dari bahan sampah plastik itu nyata.

“Saya bangga bisa ikut melestarikan sekaligus mengenalkan wisata pantai dengan berbusana daur ulang ini,” ujar Diajeng Gunungkidul itu.

Berkaitan Hari Peduli Sampah Nasional alias HPSN, Wabup Gunungkidul akan menyumbang Rp 5 juta bagi pasangan pengantin yang mengenakan busana daur ulang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News