Rukun, Halal Halalbihalal Pun Kebanyakan Pastor dan Suster yang Datang

Rukun, Halal Halalbihalal Pun Kebanyakan Pastor dan Suster yang Datang
TOLERANSI TINGGI: Budiarman Bahar (kiri) menjabat tangan Paus Fransiskus dalam sebuah acara di Vatikan. (Dok KBRI Vatikan)

jpnn.com - Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan Budiarman Bahar menceritakan suka duka selama bertugas di sana. Seperti halnya di tanah air, di Vatikan juga ada acara buka (bukber) bersama dan silaturahmi halalbihalal.

 

Mochamad Salsabyl Adn, Jakarta

-----------------------------------------------------------

BUDIARMAN Bahar langsung tersenyum saat video call dengan Jawa Pos tersambung pada pukul 19.30 WIB, 15 Juli lalu. Karena perbedaan waktu, saat itu di Roma, Italia (rumah dinas Dubes RI untuk Vatikan), baru pukul 14.30 dan masih lama dari waktu berbuka yang diperkirakan pukul 20.35 waktu setempat. "Di sini puasanya 18 jam, lebih lama dibanding di Indonesia yang 13–14 jam,’’ ujar Budiarman.

Budiarman bertugas di Roma sebagai duta besar RI untuk Takhta Suci Vatikan sejak 21 Desember 2011. Seharusnya, masa tugas Budiarman mewakili Indonesia terhadap kewenangan tertinggi gereja Katolik dunia itu sudah selesai tahun ini. Namun, dia masih harus tetap tinggal di sana karena pejabat penggantinya belum ditetapkan Kementerian Luar Negeri.

’’Putri saya pulang sejak Juni lalu karena saya kira saya bakal pulang dalam waktu dekat. Tapi, ternyata saya masih harus menghabiskan puasa dan Lebaran di sini lagi,’’ tutur Budiarman, lantas tersenyum.

Meski begitu, suami Hetty Bahar tersebut tidak mempermasalahkan harus memperpanjang tugasnya di negara terkecil dunia itu. Dia sudah cukup bersyukur bisa menyelesaikan tugas di Vatikan dengan baik dan mendapat ’’bonus’’ beberapa saat sambil menunggu Dubes pengganti.

Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan Budiarman Bahar menceritakan suka duka selama bertugas di sana. Seperti halnya di tanah air, di Vatikan juga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News