Rupiah Awal Pekan Bakal Terseret Pelemahan Dolar Singapura dan Hong Kong

Rupiah Awal Pekan Bakal Terseret Pelemahan Dolar Singapura dan Hong Kong
Uang Rupiah. Foto: JPNN

Selanjutnya, Inggris mempunyai waktu 11 bulan untuk merundingkan aturan terkait hubungannya dengan Brussels dan mitra-mitra terkait.

Dalam masa transisi tersebut yaitu 1 Februari sampai 31 Desember 2020, Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa dengan segala kewajibannya.

Dengan meninggalkan Uni Eropa, sekitar 60 persen dari ekspor Inggris akan terganggu terkait dengan pengenaan tarif atas barang impor yang masuk ke Uni Eropa yang saat ini tercatat nol persen.

"Namun sentimen pasar tampaknya cukup netral terhadap keputusan ini karena sudah diperkirakan sebelumnya," ujar Lana.

Lana memperkirakan rupiah pada hari ini bergerak di kisaran Rp 13.590 per dolar AS hingga Rp 13.620 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 13.612 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 13.632 per dolar AS. (antara/jpnn)

Pelemahan mata uang kuat Asia, seperti dolar Hong Kong dan dolar Singapura, berpotensi kuat menyeret rupiah.


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News