RUU Revisi UU ASN, Titi Honorer K2: Pemerintah Pasti Merasa Ngeri

RUU Revisi UU ASN, Titi Honorer K2: Pemerintah Pasti Merasa Ngeri
Ketum Perkumpulan Hononer K2 Indonesia (PHK2I) Titi Purwaningsih tanggapi RUU Revisi UU ASN. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

Senada itu Korwil PHK2I Jawa Tengah Ahmad Saefudin juga mengatakan pesimistis terhadap revisi UU ASN.

"Ini fenomena aneh saja, eriode kemarin gaung revisi ini sudah mencapai 90 persen tinggal menunggu DIM yang tak kunjung datang. Ternyata ini buat start lagi. Harapan saya sih revisi kelar, harapan kami DIM bisa dibuat pemerintah. Kasihan nasib teman-teman yang sudah usia 40-50-an," tuturnya.

Ahmad menilai usulan inisiatif DPR terhadap revisi UU ASN cuma menarik simpati honorer saja dan terkesan aneh. Di periode 2014-2019, tujuan revisi adalah membuat regulasi honorer K2 menjadi PNS.

Nah, periode sekarang arah revisi berbelok kepada honorer K2 dan nonkategori yang jumlahnya bejibun.

"Ini bukan ingin menarik simpati pemerintah, malah bikin pemerintah makin takut terbirit-birit. Wong penyelesaian 51 ribu PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) saja sudah setahun lebih belum kelar-kelar," kritiknya.

Ahmad menegaskan, dengan melihat pasal-pasal dalam draft revisi UU ASN, membuat dia makin yakin honorer K2 di atas 35 harus menerima amanah UU ASN untuk bisa masuk PPPK dengan mekanisme tes. (esy/jpnn)

Pimpinan Honorer K2 Titi Purwaningsih mengomentari draf RUU revisi UU ASN yang sudah resmi jadi inisiatif dewan.


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News