Sadarestuwati Ceritakan Pengalaman jadi Sopir Taksi Hingga Anggota MPR RI

Sadarestuwati Ceritakan Pengalaman jadi Sopir Taksi Hingga Anggota MPR RI
Anggota MPR Sadarestuwati menceritakan pengalaman hidupnya saat menjadi pembicara pada beda Novel Meraih Mimpi yang diinisiasi Setjen MPR RI, Rabu (10/11). Foto: Humas MPR RI

Narasumber lainnya yang juga pengamat literasi Ade E Sumengkar berpendapat Novel Meraih Mimpi berisi cerita yang sangat menarik.

“Kalau dinikmati secara serius, kita bisa dibuatnya menangis, haru dan bahagia. Ini benar-benar kisah yang sangat baik, karena di dalamnya terdapat karakter bangsa Indonesia yang dicerminkan dalam Empat Pilar MPR RI,” kata Ade.

Dia berharap Novel Meraih Mimpi diperbanyak dan dibagikan kepada masyarakat dengan harapan bisa menginspirasi dan memberi semangat khususnya generasi muda dalam mencapai cita-cita.

"Tidak sekadar pasrah karena alasan kemiskinan," tegasnya.

Novel Meraih Mimpi menceritakan perjuangan serta rintangan yang harus dilalui Sukmo mengejar keberhasilan.

Saat ia masih kecil, ayahnya jatuh sakit dan memaksanya pulang untuk beristirahat di kampung.

Sukmo dihadapkan pada pilihan sulit antara ikut ayahnya pulang ke kampung atau berjuang sendiri di kota besar.

Dia akhirnya memilih berjuang untuk meraih cita-cita dengan menjadi petugas kebersihan masjid sekaligus mencari tempat berteduh.

Anggota MPR Sadarestuwati menceritakan sebagian kisah perjalanan hidupnya saat menjadi pembicara di bedah Novel Meraih Mimpi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News