SAKSI: Engeline Kerap Disiksa Margriet

SAKSI: Engeline Kerap Disiksa Margriet
Terdakwa Margriet di PN Denpasar saat sidang lanjutan kasus pembunuhan bocah delapan tahun, Engeline CH Megawe. FOTO: Bali Express/JPNN.com

Namun, saat ayam tidak ditemukan, Margriet siap dengan bambu yang kemudian dia gunakan untuk memukul tubuh kecil Engeline hingga bambu yang awalnya utuh terbelah menjadi beberapa bagian.

“Kejadian itu seminggu sebelum saya kembali ke Balikpapan, dipukulnya tepat di lokasi kuburan Engeline. Kami juga pernah mengingatkan kalau mengusir ayam atau kucing tidak boleh kasar, harus dengan cara yang baik dan lembut, ” ujarnya.

Saat memaparkan kesaksiannya, sidang dikagetkan dengan emosi Edward Harris selaku majelis hakim yang terang-terangan menegur pihak kuasa hukum Margriet, yang kedapatan sedang asyik senyum-senyum sendiri.

“Kenapa Anda senyum-senyum! Tolong simak dengan baik keterangan saksi!” tegas majelis hakim yang sontak membuat ruangan sidang menjadi hening. Melihat kondisi Engeline, Franky mengaku pernah melarang Margriet melakukan tindakan kekerasan tersebut.

Namun merasa disepelekan nasihatnya, Franky memilih diam karena sungkan dengan Margriet yang selalu mengatakan itu adalah urusan antara dia dan Engeline. Selain itu saat mengetahui Engeline hilang dari pemberitaan di televisi, justru ada rasa bersyukur apabila Engeline diculik orang. “Saya berpikir Puji Tuhan kalau Engeline hilang, karena hidupnya akan lebih baik walau harus jadi pengemis. Tetapi, waktu tahu Engeline meninggal, saya mengaku sedih. Engeline panggil saya papa Angky, sehabis kerja terkadang saya gendong dia,” paparnya.

Kesaksian Laurent senada dengan Franky. Dia mengaku kerap melihat Margriet bertindak di luar batas kewajaran. “Saya pernah lihat Engeline dihukum di halaman tanpa busana, karena kasihan dan saya kebetulan tidur di kamar Engeline, jadi saya suruh cucu saya yang sering bermain dengan Engeline untuk memberi Engeline pakaian,” ujarnya.

Bahkan, selain mendapati Engline dihukum tanpa busana, Laurent juga mendapati bekas-bekas luka memar seperti bekas cubitan di badan Engeline.

Namun, dirinya tidak berani memastikan dalam persidangan, memar kebiruan tersebut bekas cubitan atau lainnya. “Selain melihat Engeline dipukul pakai bambu gara-gara ayam hilang, saya juga pernah melihat Engeline ditampar, dimaki, dan di pukul Telly dengan kayu balok, panjangnya sekitar satu meter,” ujar Laurent.

DENPASAR – Satu per satu saksi kasus pembunuhan bocah delapan tahun, Engeline Ch Megawe dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Purwanta dkk.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News