Sambut Olimpiade, China Sayembarakan Tips Keamanan

Sambut Olimpiade, China Sayembarakan Tips Keamanan
Seorang aparat keamanan China melintas di depan sebuah toko sovenir Olimpiade. Foto: AFP
BEIJING – Keamanan menjadi prioritas utama pemerintah Tiongkok menjelang perhelatan akbar Olimpiade Beijing bulan depan. Demi mendapatkan pengamanan terbaik, pemerintah Negeri Tirai Bambu itu juga melibatkan masyarakat. Dengan iming-iming uang tunai CNY 500.000 (sekitar Rp 665 juta), mereka menyayembarakan informasi ancaman keamanan.

    ”Siapa pun yang sanggup memberikan informasi akurat mengenai ancaman keamanan yang mengintai sepanjang Olimpiade berlangsung berhak atas hadiah yang nilai totalnya CNY 500.000,” tulis Kantor Berita Tiongkok Xinhua, mengutip pengumuman resmi pemerintah.

Hadiah itu dimaksudkan sebagai perangsang, supaya masyarakat ikut memelihara keamanan selama pelaksanaan Olimpiade.

    Pemerintah juga mengimbau seluruh penduduk Kota Beijing yang akan menjadi tuan rumah event olahraga internasional itu untuk melaporkan segala bentuk ancaman keamanan. Imbauan itu berlaku hingga 31 Oktober mendatang. Selanjutnya, para pelapor akan mendapatkan imbalan dari pemerintah yang besarannya disesuaikan dengan besar tidaknya ancaman yang ada.

    Informasi keamanan yang harganya paling mahal adalah tentang ancaman serangan teror atau sabotase. ”Polisi Beijing akan sangat menghargai informasi rencana sabotase dari kelompok-kelompok ilegal seperti Falungong atau ancaman serius yang berpotensi menghilangkan nyawa orang-orang yang berhubungan erat dengan Olimpiade dan terutama para tamu negara,” tulis Xinhua.

    Sebelumnya, Wakil Menteri Keamanan Publik Yang Huanning mengatakan bahwa Olimpiade Beijing akan menjadi sasaran empuk kelompok anti-Tiongkok. Namun, para aktivis HAM dan sejumlah kritikus yang lain menuding pemerintah terlalu membesar-besarkan isu teror dan sabotase. Tujuannya, tentu saja, untuk mengenyahkan kelompok-kelompok antipemerintah yang belakangan semakin vokal.

    Sementara itu, untuk menghormati tamu-tamu negara yang hadir dalam Olimpiade Beijing nanti, pemerintah melarang segala macam menu daging anjing di seluruh restoran. Larangan yang diterbitkan Beijing Catering Trade Association itu otomatis berlaku pada 112 restoran resmi Olimpiade yang ditunjuk pemerintah. Mereka yang kedapatan melanggar akan langsung masuk daftar hitam pemerintah.

      ”Jika ada konsumen yang memesan daging anjing, staf restoran harus dengan sopan menyarankan menu lain,” ujar Xiong Yumei, wakil direktur Beijing Tourism Bureau. Aturan ketat ini diberlakukan demi menghormati kultur negara-negara tertentu yang memang tidak mengonsumsi daging anjing. Langkah yang sama pernah ditempuh Korea Selatan (Korsel) saat menjadi tuan rumah Olimpiade 1988 lalu. (AFP/hep)
Berita Selanjutnya:
Mampu Hipnotis Ratusan Warga

BEIJING – Keamanan menjadi prioritas utama pemerintah Tiongkok menjelang perhelatan akbar Olimpiade Beijing bulan depan. Demi mendapatkan pengamanan


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News