Sang Jenderal pun Trauma Perang Iraq

Sang Jenderal pun Trauma Perang Iraq
Sang Jenderal pun Trauma Perang Iraq
WASHINGTON - Serdadu Paman Sam, agaknya, sudah benar-benar bosan berperang di Iraq maupun Afghanistan. Invasi yang terlalu lama potensial melahirkan trauma psikologis bagi mereka. Bukan hanya di kalangan prajurit, jenderal pun tak luput dari depresi karena perang itu. Salah satunya, Mayor Jenderal David Blackledge yang pekan depan menjadi pembicara dalam seminar tentang kesehatan mental.

Perang mengubah perangai jenderal gagah berani itu sampai 180 derajat. Saat pulang dari medan laga Iraq, pria 54 tahun tersebut cenderung lebih pendiam. Bahkan, Blackledge harus menjalani serangkaian konseling dengan psikiater. Dia menyadari bahwa yang dialaminya merupakan sesuatu yang tidak mungkin dihindari.

''Ini adalah bagian dari profesi kita, tapi tidak seorang pun bersedia mengakui bahwa mereka memang menjadi semakin lemah dengan berada di area ini,'' ujar jenderal bintang dua itu. ''Tapi, saya telah menghadapinya. Kita pun harus membicarakannya,'' sambung dia. Selama lebih dari sebelas bulan, Blackledge menjalani terapi psikis sekaligus fisik. Dia mulai mengalami mimpi buruk sejak Februari 2004. Saat itu, terjadi baku tembak yang menewaskan penerjemah Blackledge, sedangkan dia mengalami patah tulang rusuk.

Sang jenderal hanya salah satu di antara sekitar 1,7 juta personel militer AS yang mengalami gejala depresi dan berbagai masalah emosi karena perang di Iraq maupun Afghanistan. Beberapa waktu lalu, bersama Blackledge, ribuan serdadu lain dipulangkan. Mereka juga mengalami kegelisahan, depresi, dan berbagai permasalahan emosional lain. Semua itu merupakan bukti nyata betapa perang sangat ampuh mengubah pribadi seseorang.

WASHINGTON - Serdadu Paman Sam, agaknya, sudah benar-benar bosan berperang di Iraq maupun Afghanistan. Invasi yang terlalu lama potensial melahirkan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News