SBY akan Surati Parpol Koalisi
Kemarin, Bertemu Muhaimin di Wisma Negara
Kamis, 03 Maret 2011 – 07:22 WIB

SBY akan Surati Parpol Koalisi
Selain itu, komunikasi dalam bentuk surat bisa disimpan dan memberi keleluasaan presiden mengajukan pertanyaan tentang komitmen tersebut. "Apakah masih akan tetap tinggal sebagai bagian penting dari koalisi atau meninggalkannya. Pertanyaannya saya kira kurang lebih seperti itu," terangnya.
Daniel menerangkan, komunikasi tersebut merupakan hal yang mendesak segera dilakukan. Sebab, perjalanan pemerintahan SBY-Boediono yang tinggal 3,5 tahun diharapkan akan berjalan efektif. "Kalau mau bicara lebih terang, tinggal 2,5 tahun. Karena satu tahun akan terpakai untuk persiapan pemilu," katanya.
Saat ditanya komunikasi tersebut merupakan awal dari reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Daniel tak menjawab tegas. Menurutnya, reshuffle hanya merupakan implikasi sederhana. "Dan itu percakapan yang mungkin menarik tetapi hanyalah akibat dari apa yang terjadi dalam kerangka komunikasi," paparnya diplomatis.
Daniel mengungkapkan, SBY memberikan mandat kepada Sudi Silalahi untuk berkomunikasi dengan menteri-menteri dari partai-partai yang bermasalah. Namun Daniel tidak merinci maksud bermasalah itu."Untuk membuat para menteri yang masuk dalam kategori itu sadar akan situasi yang rumit yang tengah dihadapi oleh kabinet," urainya tentang tujuan komunikasi itu.
JAKARTA - Sehari setelah mengeluarkan pernyataan yang memberikan peringatan kepada partai politik (parpol) anggota koalisi, Presiden Susilo Bambang
BERITA TERKAIT
- Nurhasan Bantah Keterlibatan Hasto dalam Perintah Rendam HP Harun Masiku
- Lepas Ekspor Lunch Box dari Kayu Sengon, Menhut: Ini yang Diinginkan Prabowo
- Khofifah Menginisiasi Sinergi Ekonomi Nasional, Jatim Jadi Motor Penggerak Pembangunan Daerah
- Nurhasan Ungkap Pengalaman Tidak Nyaman Saat Rumahnya Digeledah KPK
- Staf PDIP Buka Duka Keluarga Akibat Kasus Harun: Anak Trauma Dituduh Anak Koruptor
- Kusnadi Buka Suara Soal Titipan Tas dan Koper dari Harun Masiku