SBY Dinilai Tidak Tegas Ambil Keputusan

SBY Dinilai Tidak Tegas Ambil Keputusan
SBY Dinilai Tidak Tegas Ambil Keputusan
JAKARTA - Hasil survei Setara Institute menyebutkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan sosok pemimpin yang kurang tegas dalam mengambil keputusan. "Anggapan masyarakat ini ada benarnya. Namun sikap Presiden yang semacam ini dapat juga disebabkan oleh kabinet yang terdiri dari berbagai unsur partai politik tertentu, yang berada di luar harapan masyarakat," ujar Ketua Setara Institute, Hendardi, saat memberikan keterangan pers hasil survei di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Minggu (14/8).

Dijelaskan, survei itu sendiri dilakukan di 10 provinsi, yaitu Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sumatera Selatan, dan Sumatera Barat. Survei ini mengusung pertanyaan mengenai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Republik Indonesia mengenai kebangsaan dan evaluasi pemerintahan RI.

Di sisi lain, kata Hendardi lagi, pemerintah SBY juga masih harus berhadapan dengan soal-soal perwujudan kesejahteraan rakyat. "Bidang pendidikan, kesehatan dan kesempatan kerja, masih merupakan agenda besar bagi pemerintah dewasa ini," ujarnya.

Dikatakannya pula, sekalipun SBY dianggap berhasil memberantas terorisme, tetapi persepsi publik ini tetap tidak signifikan untuk mengokohkan dirinya sebagai Presiden dengan dengan dua kali periode kepemimpinan yang memiliki legacy mengesankan. "Sebagaimana Presiden Soekarno yang dikenal sebagai Bapak Bangsa dan Soeharto yang dikenang sebagai Bapak Pembangunan," tandas Hendardi. (kyd/jpnn)
Berita Selanjutnya:
Topeng untuk Hindari Ancaman

JAKARTA - Hasil survei Setara Institute menyebutkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan sosok pemimpin yang kurang tegas dalam mengambil


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News