SBY: Kritik Ibarat Obat, Dosisnya Harus Pas

SBY: Kritik Ibarat Obat, Dosisnya Harus Pas
Presiden SBY didampingi sejumlah menteri di Istana Negara, Jakarta, Senin (28/12). (Foto: agus srimudin/jpnn)
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemberian penghargaan kepada orang-orang yang berjasa sangat penting dilakukan. Presiden mengatakan, saat ini juga terjadi gejala yang tidak baik di masyarakat yakni kebiasaan menyalahkan pihak lain.

“Penghargaan penting kita berikan kepada orang yang terus melakukan inovasi. Memang ada pemberian penghargaan oleh masyarakat kita kepada orang-orang yang berjasa, tetapi masyarakat kita juga ada yang hemat atau bahasa lainnya, pelit. Kalau menyalahkan biasanya cepet-cepetan,” kata Presiden SBY saat menyerahkan penghargaan Upakarti di Istana Negara, Senin (28/12).

 SBY pun mengumpakan kritik itu sebagai obat. “Kritik itu kalau jadi obat, tentu orang yang diberi obat akan berterima kasih, walaupun obat itu pahit, ya.. karena tujuannya untuk perbaikan. Tapi ibarat obat pula, dosisnya harus tepat dan orang yang diberi obat juga harus tepat. Kalau dosisnya kebanyakan atau malah salah, orang minumnya malah bahaya. Lha, kalau dosis obat itu mestinya diminum 3 kali sehari, tapi diberikan 10 kali sehari, bagaimana itu? Saya kira orang yang diberi obat malah tambah sakit,” cetusnya.

Oleh karena itu, lanjut SBY, kita diajarkan untuk berbuat yang terbaik dan mengindari yang tidak baik. “Tentu penghargaan dan hukuman yang diberikan itu ada maksudnya. Seperti pemberian penghargaan Upakarti, bukan tidak ada tujuan, tetapi memberi apresiasi kepada pemerintah daerah dan dunia usaha untuk meningkatkan kreativitas dan kesejahteraan di daerah-daerah, yang pada akhirnya menjadi kesejahteraan nasional,” papar SBY. (gus/JPNN)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemberian penghargaan kepada orang-orang yang berjasa sangat penting dilakukan. Presiden


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News