Sebulan, DBD Rengut 3 Balita

Sebulan, DBD Rengut 3 Balita
Sebulan, DBD Rengut 3 Balita
TARAKAN - Demam Berdarah Dengue (DBD) tak bisa dianggap remeh, lambat tertangani bisa berakibat fatal. Seperti yang dialami bocah imut-Muhammad Argan (4)-yang sempat demam 2 hari, lalu kejang-kejang, hingga akhirnya meninggal dunia di ruang ICU RSUD Tarakan Senin (18/3).

Awalnya, keluarga bahkan petugas Puskesmas yang sempat merawatnya tidak menyangka Argan menderita DBD. Sebab, tidak ada tanda-tanda mencolok anak dari pasangan Syamsul dan Lili Fitriani ini terjangkit virus yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti. Sebelum meninggal, Argan mendadak panas. Sang ibu, Lili Fitriani kemudian memberikan obat penurunan panas dengan harapan suhu badan anaknya bisa turun. Tapi, dua hari kemudian kondisi Argan tidak juga membaik. Lili akhirnya memutuskan membawa putra sulungnya itu ke Puskesmas Karang Rejo, Sabtu (16/3).

Petugas puskesmas sempat memeriksanya. Bahkan Lili sempat ditanya dokter yang menangani tentang sakit yang diderita Argan. “Saya bilang, anak saya badannya panas sudah 2 hari. Lalu dokternya hanya ngasih obat parasetamol saja,” kata Lili seperti diberitakan Radar Tarakan (JPNN grup), Kamis (21/3).

Namun belum habis obat penurun panas dari dokter itu, kondisi Argan makin memburuk. Ia kejang-kejang. Minggu malam sekitar pukul 23.00 Wita, Lili dan suaminya membawa anaknya ke Puskesmas Gunung Lingkas. Pihak puskesmas memberi bantuan pernapasan, dan infus. “Tapi kata dokternya harus segera dirujuk ke rumah sakit umum,” kenang ibu dua anak ini.

TARAKAN - Demam Berdarah Dengue (DBD) tak bisa dianggap remeh, lambat tertangani bisa berakibat fatal. Seperti yang dialami bocah imut-Muhammad Argan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News