Sejumlah Tokoh Perang Kwamki Ditangkap

Sejumlah Tokoh Perang Kwamki Ditangkap
Sejumlah Tokoh Perang Kwamki Ditangkap
Saat penyisiran rumah warga dilakukan, situasi sempat tegang, lantaran himbauan kepada warga agar meletakkan alat perang tidak dipatuhi. Sejumlah aparat keamanan pun melakukan tembakan peringatan. Aparat memasuki rumah-rumah warga di kompleks Mambruk II dan merazia puluhan busur panah serta alat tajam berupa kampak. Namun banyak warga kabur ke hutan, sehingga tidak semua alat perang diamankan.

Langkah represif dan razia senjata tajam dilakukan aparat kemarin sekitar pukul 06.00 WIT juga lantaran oknum warga yang diduga dari kelompok Mambruk II, memanah Ayub Rumbiak (49), karyawan PT Freeport Indonesia, yang tidak terlibat konflik. Korban menderita luka pada pahan kanan tertembus panah di Jalan Freeport Lama saat menumpangi sepeda motor ojek ketika hendak menuju tempat kerjanya di Portsite, pelabuhan PTFI. Korban dievakuasi ke Rumah Sakit AEA PTFI di Tembagapura guna mendapat perawatan.

Aparat kepolisian berharap, dengan diamankannya sejumlah warga Mambruk II, bisa dikorek keterangan siapa pelaku pemanahan terhadap Ayub.  Guna meredam konflik meluas, kata Wakapolres Rontini, pihaknya akan menangkap pelakunya dan memproses hukum. Rabu kemarin situasi di Kwamki Lama tampak lengang. Massa yang terkonsentrasi di lokasi konflik tidak banyak sebagaimana hari-hari sebelumnya. Hampir tidak ada gerombolan warga sambil memanggul anak panah. Sampai saat ini, dua kompi pasukan masih disiagakan di Kios Panjang dan sejumlah wilayah lainnya di Kwamki Lama, agar situasi tetap kondusif. (eng,sam/jpnn)

TIMIKA - Jajaran kepolisian Polres Mimika mulai kehilangan kesabaran. Tindakan keras diterapkan guna meredam perang antarwarga di Kwamki Lama. Kemarin,


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News